Home / sepakbola / Komentar Jacksen F. Tiago terkait jumlah pemain Shopee League 1 yang mengikuti Tarkam

Komentar Jacksen F. Tiago terkait jumlah pemain Shopee League 1 yang mengikuti Tarkam

Warta.top – Bola.com, Jakarta Fenomena pertandingan antar desa (tarkam) yang melibatkan sejumlah pemain di Shopee League 1, diskusi hangat di antara sepasang kekasih sepak bola di negara.

Ya, dalam beberapa hari terakhir ini setidaknya ada dua pemain yang ramai dibicarakan, karena disinyalir bermain dalam pertandingan tembak-menembak. Kedua pemain tersebut adalah pemain sayap Bhayangkara FC Saddil Ramdani dan penyerang PSM Makassar Bayu Gatra.

Selain menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air, Saddil juga diberitakan media internasional karena dianggap bermain di lapangan berlumpur. Namun, kabar tersebut dibantah oleh Saddil Ramdani dan mengaku hanya ada di sana dan tidak muncul.

Berbeda dengan Saddil Ramdani, Bayu Gatra menjadi topik perbincangan setelah pertandingan yang diikutinya riuh rendah akibat heboh penonton dan pemukulan pemain.

Pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago pun turut mengomentari keramaian pesepakbola di Shopee League 1 yang muncul di pertandingan tarkam. Menurut Jacksen, pemain profesional masih belum diperbolehkan tampil di pertandingan Tarkam.

“Menurut saya (pemain profesional yang bermain dalam pertandingan menembak) adalah sesuatu yang tidak wajar dalam dunia sepak bola profesional. Mungkin inilah keunikan sepakbola Indonesia,” kata Jacksen F. Tiago kepada Bola.com, Jumat (20/1). / 11/2020).

Tidak seperti Brasil

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago (kiri) dan putranya, Hugo Samir. (Bola.com/Aditya Wany)

Jacksen juga membandingkan kondisi serupa dengan negara asalnya Brasil. Bedanya, kata Jacksen, para pemain profesional di negaranya hanya tampil di luar kompetisi saat jeda pertandingan amal dan begitu pula dengan pemain profesional lainnya.

Tidak seperti di tarkam, dimana pemain profesional melengkapi tim amatir yang dihuni oleh amatir dengan lawan dari pemain amatir juga.

“Di Brazil, pascapertandingan ada banyak pertandingan persahabatan. Namun, pertandingan itu antara pemain profesional yang pergi berlibur untuk beramal dan membantu orang miskin. Penonton yang masuk ke stadion membayar tiket mereka dengan 1 kg makanan, susu, roti. , sosis, dan lainnya, “ujarnya.

“Itupun tidak ada pemain yang bukan dari lingkungan profesional. Apalagi karena kesamaan faktor keselamatan dan kesehatan kerja,” imbuhnya.

Cerdas dalam mengelola keuangan

Komentar Jacksen f. tiago terkait jumlah pemain Shopee League 1 yang ikut tarkam
Pemain SSB Tulehu Putra berfoto bersama mantan pelatih Indonesia, Jacksen F. Tiago, usai latihan di Sekolah Sepakbola Brasil, Bekasi, Kamis (7/12/2017). Sebanyak 13 anak Maluku mengikuti pelatihan UC News Youth League. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mengenai alasan banyaknya pemain yang mengikuti pertandingan menembak karena faktor ekonomi menyusul penundaan kompetisi hingga tahun depan, pelatih yang pernah melatih Persebaya itu kembali kepada individu masing-masing.

“Kalau saya kembalikan ke individu masing-masing. Menurut saya, pemain harus lebih pandai atau belajar mengatur keuangan. Agar momen seperti ini, jangan sampai harga diri satu sama lain tidak turun sejauh itu,” tutup Jacksen.

Tonton Video Unggulan Di Bawah Ini

.


Source link

Check Also

Hasil Laga Sassuolo vs Inter: Alexis Sanchez Menang Inter 0-3

Warta.top – Inter Milan, yang kini menempati peringkat lima Serie A, bertandang ke peringkat kedua, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *