Home / sepakbola / Kisah Gol Bunuh Diri Legendaris Bek Arema, Bikin Trauma

Kisah Gol Bunuh Diri Legendaris Bek Arema, Bikin Trauma

Warta.top – Bola.com, Miskin Selain striker asal Chile, Pacho Rubio adalah salah satu pemainnya Arema FC yang sempat populer di tahun 2000 yaitu bek Sunardi C.

Namun, ia dikenal lewat gol bunuh diri selama delapan pertandingan terakhir melawan Pelita Solo, di Stadion Gelora Bung Karno tahun itu.

Gol tersebut membuat Arema kalah 0-3 dari Pelita Solo. Di saat yang sama, tim berjuluk Singo Edan terhenti di fase tersebut.

Bahkan sebelum pertandingan, Arema adalah calon kuat untuk melaju ke babak semifinal. Mereka telah mengalahkan Persija Jakarta dan menahan Persikota Tangerang. Hasil imbang cukup membuat Arema lolos. Namun gol bunuh diri itu menjadi awal malapetaka bagi Arema yang kalah telak dalam delapan laga terakhir.

Hingga saat ini, jika menyebut nama Sunardi C, itu adalah gol bunuh diri yang ada di ingatan Aremania.

“Kalau mengingat momen itu, saya merasa lemas lagi. Setelah gol bunuh diri itu, saya tidak bisa tidur. Makan hambar. Itu berjalan bukan hitungan hari. Tapi berbulan-bulan,” kata pria yang pernah melatih tim Persenga Nganjuk itu.

Sunardi masih mengingat momen ini dengan baik. Berawal dari umpan persimpangan dekat kotak penalti Arema. Momen itu tak membahayakan gawang Singo Edan yang dikawal Agung Prasetyo.

“Mungkin orang tidak menyalahkan kiper. Akulah yang harus disalahkan. Niat saya adalah memberikan bola dari dada ke gawang kepada kiper. Tapi setelah saya mengarahkan bola, penjaga gawang berada di belakang saya. Tidak ada komunikasi saat kiper keluar dari gawang. “Jika kiper berteriak, saya tidak akan mengambil bola,” jelasnya.

Gagal ke semifinal

Logo Arema FC (Bola.com/Adreanus Titus)

Akan berbeda jika gol bunuh diri tidak terjadi. Arema bisa lolos ke semifinal dan tidak menutup kemungkinan menjadi juara.

“Saat itu Arema adalah tim yang solid. Meski sempat bermasalah dengan dana. Cuma mau ke Jakarta, bingung soal biaya saat itu. Tapi secara permainan, lawan yang kuat sekalipun bisa dikalahkan.” Di lini depan Ada Pacho yang baru muncul dan ditakuti lawan, ”kenangnya.

Usai insiden gol bunuh diri, kepercayaan Arema pada Sunardi tak kunjung hilang. Hanya saja mentalnya memburuk.

“Teman-temanku di tim Arema mencoba menghiburku. Aku minta jalan-jalan, tapi aku selalu menolak karena menurutku. Aku berhutang budi pada Aremania yang waktu itu sudah berkumpul di Jakarta. Seolah tuan rumah sedang Arema di babak delapan besar karena mereka menguasai stadion. Tapi saya melewatkan momen itu dan bertahan di Arema hingga menjadi asisten pelatih, ”jelasnya.

Tonton video unggulan di bawah ini:

.


Source link

Check Also

Shopee Liga 1: Pindah ke Solo, Bhayangkara FC Bisa Diselamatkan dari Manajemen PSIS

Warta.top – Bola.com, Semarang – Provinsi Jawa Tengah dipastikan memiliki dua wakil di ajang Liga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *