Home / sepakbola / Kisah Asnawi Mangkualam yang menjadi langganan timnas Indonesia, awalnya menolak jadi bek kanan

Kisah Asnawi Mangkualam yang menjadi langganan timnas Indonesia, awalnya menolak jadi bek kanan

Warta.top – Bola.com, Jakarta Berbicara tentang siapa bek kanan terbaik di Indonesia, banyak yang bisa kita sebutkan, mulai dari Ismed Sofyan hingga Agung Setyabudi, Putu Gede hingga Anang Ma’ruf. Asnawi Mangkualam adalah pengecualian. Dia adalah bek kanan masa depan untuk Tim Nasional Merah Putih yang membuatnya tertarik untuk memulai karirnya sebagai gelandang.

Asnawi Mangkualam adalah andalan PSM Makassar dan Timnas Indonesia di beberapa tingkatan kategori. Ia merupakan sosok yang diandalkan oleh timnas U-19 dan U-22 Indonesia. Bukan tidak mungkin, posisi bek kanan senior untuk timnas Indonesia menjadi keniscayaan bagi pemain asli Makassar ini.

Darah sepak bola mengalir deras di tubuh Asnawi Mangkualam. Ia adalah putra legendaris PSM Makassar, Bahar Muharram, yang awalnya tak mau menyebut nama Bahar di belakang Asnawi. Bukan karena tidak mau mengakui anaknya sendiri, tapi agar anaknya terhindar dari nepotisme.

Ini terjadi pada 2017, tepatnya saat PSM dilatih oleh Robert Rene Alberts. Menariknya, pelatih yang kini membawahi Persib Bandung itu tidak mengetahui bahwa Asnawi adalah anak dari asistennya.

Tak hanya di PSM, saat seleksi Timnas Indonesia U-14, Bahar Muharram yang menjadi staf seleksi pelatih Mundari Karya juga tak memberitahunya bahwa putranya, Asnawi, ikut seleksi.

“Saat seleksi Timnas Indonesia U-14, Anda jadi salah satu tim seleksi, tapi saya tidak lolos. Saat itu pelatihnya Pak Mundari Karya,” ujarnya. Asnawi saat wawancara dengan Hamka Hamzah di saluran YouTube Hamka Story.

Dipaksa menjadi bek kanan

Para pemain PSM Makassar merayakan gol yang dicetak Asnawi Mangkualam, melawan Persita Tangerang pada pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Pusat Olahraga Tangerang, Jumat (6/3/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Danone Nations Cup merupakan pengalaman pertama Asnawi Mangkualam menguji kemampuannya di dunia sepakbola. Pada 2010, ia berangkat ke Spanyol dengan nama Indonesia Wangi.

Sejak saat itu, Asnawi sudah nyaman bermain di lini tengah, tepatnya gelandang yang berperan sebagai gelandang box to box. Hingga debutnya di PSM melawan Persela Lamongan, Asnawi masih berposisi sebagai gelandang.

Dalam persiapan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo, Asnawi dibor untuk menempati posisi bek kanan. Pasalnya, bek utama Timnas U-19 Indonesia, Rifat Marasabessy, mengalami cedera, sementara tidak ada lagi pemain yang bisa menggantikannya.

“Saat persiapan Piala AFF U-19, Rifat mengalami cedera lutut. Tidak ada pengganti. Pelatih Indra menelpon saya, katanya, ‘Asnawi coba main di bek kanan’,” kata Asnawi saat diwawancarai. Irvin Museng di saluran YouTube Irvin. Kanal Museng.

Asnawi kaget dan mengaku telah menolak perintah tersebut. “Saya tidak bisa bermain di bek kanan.”

Tapi pelatih Indra terus memberinya kesempatan bermain di sisi kanan. Saat berlaga, saya langsung nyaman. Pokoknya kalau saya melakukan kesalahan, saya tetap dipasang. Setelah uji coba 4-5, saya akhirnya benar-benar berlaga sebagai seorang bek kanan, “katanya. lagi.

Sumber: Saluran YouTube / Irvin Museng

Video

.


Source link

Check Also

Faktor yang membuat Ahmad Bustomi menyerahkan Arema kepada Mitra Kukar: Hanya keluarga yang tahu

Warta.top – Bola.com, Jakarta – Angka Ahmad Bustomi begitu melekat pada kota Miskin. Maklum ia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *