Home / sepakbola / Kenangan Mantan Mitra Niac di Galatama: Nama Panggilan Aneh dan Tiga Tangan Patah

Kenangan Mantan Mitra Niac di Galatama: Nama Panggilan Aneh dan Tiga Tangan Patah

Warta.top – Bola.com, Jakarta Eduard Mangilomi mengenang kariernya berseragam Mitra Niac. Di sana ia akrab disapa dengan nama Edo meski di tanah airnya, Kupang, mantan winger lincah ini biasa dipanggil Edu. Terselip cerita lucu tentang itu.

Aksi lincah Eduard Mangilomi sebagai penyerang sayap kanan Mitra Niac Surabaya Saat itu, Stadion Tambaksari termasuk yang paling ditunggu publik. Kolaborasinya dengan Hanafing di sayap kiri dan M. Zein Alhaddad (penyerang) menjadi momok menakutkan bagi tim lawan pada kompetisi Galatama musim 1987-1988.

Di channel youtube Omah Balbalan, Eduard membagikan sejumlah kenangannya bersama Niac Mitra. Diantaranya, julukan Edo masih melekat padanya hingga sekarang.

Menurut Edo, panggilan tersebut berasal dari Supangab, salah satu penyiar radio di Surabaya yang bertugas untuk menyebutkan nama pemain yang muncul. “Mungkin karena nama saya terlalu panjang, Supangab sengaja memberi kesempatan kepada suporter untuk melanjutkan hukumannya. Dan suporter menyebut nama Edo. Padahal, ketika saya di Kupang saya dipanggil Edu,” kenang Edo.

Terkait panggilan tersebut, Edo menyimpan cerita lucu saat rekannya dari Kupang ingin bertemu dengannya di mes Mitra Niac yang terletak di kawasan Jalan Dr. Soetomo Surabaya. Temannya bingung saat bertemu dengan penjaga mess yang bilang tidak ada nama Edu, hanya Edo.

Cedera Tangan Patah

Dalam kesempatan itu, Edo juga menceritakan masa-masa sulitnya saat bergabung dengan Niac Mitra. Datang dari Kupang sebagai pemain yang secara khusus direkomendasikan oleh M. Basri, pelatih Niac Mitra, Edo langsung dihadapkan pada situasi yang sulit. Ia langsung mengalami cedera engkel akibat bertabrakan dengan penjaga gawang di awal latihan. “Engkol saya bengkak dan memaksa saya untuk menepi,” kata Edo.

Setelah sembuh, Edo kembali berlatih. Di momen uji coba Niac Mitra dengan Colombo, klub internal Persebaya, Edo mengalami cedera patah lengan yang bisa mengancam absen dalam waktu lama.

Setelah ke dokter, tangannya dilemparkan dan diberi istirahat dalam hitungan bulan. Namun, baru dua minggu kemudian, Edo datang ke dokter untuk meminta gipsnya dilepas. Tapi, dokter tidak mau. “Saya keluar dan menemui perawat. Saya bilang dokter telah memberi izin untuk melepas gips.”

Menurut Edo, dirinya bertekad melakukan tindakan ini karena tak tahan hanya berdiri di situ mes sang pemain. Setelah kembali dari dokter, berbagai cara dilakukannya untuk mempercepat pemulihan cederanya. Diantaranya rutin melakukan terapi uap dan push up untuk memperkuat otot tangannya.

Usai cederanya mulai membaik, nama Edo masuk dalam susunan pemain. Tapi hanya sebagai pengganti. “Itu juga karena permintaan saya sendiri kepada Pak Wenas (pemilik Niac Mitra). Saya tidak ingin tampil di lapangan tanpa permainan yang optimal. Tapi, saya bertekad dalam hati untuk menjadi pemain inti yang tidak tergantikan,” kata Edo .

Hal tersebut dibuktikan Edo dengan menjadi andalan Niac Mitra saat meraih trofi Galatama 1987-1988. Musim berikutnya, lengannya kembali patah untuk kedua kalinya usai berduel dengan Jaya Hartono, mantan rekannya di Niac Mitra yang membela Petrokimia Putera.

“Jaya langsung minta maaf tapi saya tidak marah. Saya yakin Jaya tidak sengaja melakukannya. Apalagi kami sudah lama berteman dan berstatus sebagai pemain timnas,” kata Edo.

Menggerutu

Berbeda dengan luka sebelumnya, Edo terpaksa menjalani operasi. Kebetulan kompetisi baru saja berakhir. Sembari memulihkan diri, rekannya Hanafing mengajaknya bergabung dengan tim yang telah berganti nama menjadi Mitra Surabaya.

“Kata Hanafing hanya cedera tangan. Nanti juga akan sembuh. Saya juga ikut latihan dan membela Mitra di turnamen Piala Tugu Muda di Semarang.”

Di turnamen itu, cedera tangan Edo kambuh setelah bertabrakan dengan para pemain Assyabaab. Ia pun kembali ke Surabaya untuk berobat.

“Dokter Sukarna yang merawat saya marah, kenapa saya tetap ngotot main meski belum sembuh. Saya bilang, sebagai pemain, hidup saya ada di dalam. sepak bola. Ia pun paham dan melanjutkan pengobatan dengan menambah panjang pena (besi) di tangan saya, ”kata Edo.

Video

.


Source link

Check Also

Mantan gelandang Persebaya Aryn Williams akan segera bergabung dengan klub kasta keenam di Liga Inggris itu

Warta.top – Bola.com, Hampshire – Aryn Williams tinggal menunggu waktu singgah baru usai pindah dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *