Home / sepakbola / Dalam kasus Kekerasan, Saddil Ramdani Diancam Dipecat Bhayangkara FC

Dalam kasus Kekerasan, Saddil Ramdani Diancam Dipecat Bhayangkara FC

Warta.top – Bola.com, Jakarta Saddil Ramdani mengancam sanksi berat dari Bhayangkara FC karena perilakunya. Kontrak gelandang berusia 21 tahun yang tidak tanggung-tanggung itu bisa berakhir lebih cepat jika ia terbukti terlibat dalam kasus-kasus kekerasan.

Dilaporkan dari situs web klub, Bhayangkara FC dapat menendang Saddil Ramdani berdasarkan Pasal 12 poin 2.a yang dinyatakan dalam kontrak masing-masing pemain. Mantan pemain Persela Lamongan itu hanya dibawa di musim ini dan terikat dengan durasi kontrak satu tahun.

Saat ini, Bhayangkara FC masih menunggu proses hukum dari Polres Kendari. Tim berjuluk The Guardians hanya akan menindaklanjuti nasib Saddil Ramdani setelah dugaan pemukulan dan kasus penyiksaan terungkap.

“Kami sedang menunggu proses penyelidikan pihak berwenang. Setelah itu, kami akan membahasnya dalam rapat manajemen,” jelas I Nyoman Yogi Hermawan, manajer Bhayangkara FC.

Menukil Lentera Sulawesi Tenggara, Saddil Ramdani dilaporkan ke Kantor Polisi Kendari oleh Adrian, seorang penduduk Desa Napalakura, Distrik Napabalano, Kabupaten Muda. Berdasarkan Tanda Terima Laporan (STPL) Nomor 109 / III / 2020 / Res Kendari pada tanggal 28 Maret 2020, ia diduga melakukan kekerasan terhadap kerabat pelapor, Irwan.

Tentang keluarga besar Saddil Ramdani

Manajer tim Bhayangkara FC, I Nyoman Yogi Hermawan, saat memperkenalkan pemain baru, Saddil Ramdani, di Mess Bhayangkara, Jakarta, Sabtu (8/2). Saddil menjadi rekrutmen terakhir Bhayangkara FC (Bola.com/Yoppy Renato)

Bhayangkara FC mendapat info kasus Saddil Ramdani tentang keluarga besarnya di Kendari. Saat ini, pemain yang lahir pada 2 Januari 1999 ini berada di kota asalnya setelah kompetisi ditangguhkan karena pandemi virus corona.

“Kami menyerahkan proses hukum ke Kepolisian Kabupaten Kendari. Saat ini, semua gelandang kami telah dibebaskan, termasuk Saddil,” kata Yogi.

Disebutkan bahwa TKP dari dugaan penganiayaan dan pemukulan terjadi di Jalan Chairil Anwar, Desa Wuawua, Distrik Wuawua, Kota Kendari, 27 Maret 2020 pada malam WITA. Akibat insiden itu, korban menderita luka sobek di kepala kanan dan luka di sekitar bibir.

Dalam dua tahun terakhir, Saddil Ramdani telah dua kali terlibat dalam kasus kekerasan. Ketika dia berpakaian di Persela Lamongan pada tahun 2018, pemain tim nasional Indonesia U-22 ditetapkan sebagai tersangka setelah menganiaya mantan pacarnya, Anugrah Sekar Larasati tetapi kasus berakhir secara gratis setelah laporan dibatalkan.

Sampai sekarang, Saddil masih menolak dugaan pemukulan yang menyeret namanya ke konsumsi publik. Ketika dihubungi beberapa kali oleh wartawan, dia ingin memberi tahu sedikit tetapi sangat ingin dikutip.

Videonya

.


Source link

Check Also

Pelatihan Pertama di Lapangan, Pelatih dan Kiper Arema Ngos-Ngosan

Warta.top – Bola.com, Miskin – Kiper Arema FC sudah mulai berlatih bersama sejak minggu lalu. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *