Home / sepakbola / 14 Pemain Asing dan Naturalisasi yang Bertanding di Liga 1 Meski Tak Lagi Muda

14 Pemain Asing dan Naturalisasi yang Bertanding di Liga 1 Meski Tak Lagi Muda

Warta.top – Bola.com, Jakarta Tidak bisa dipungkiri bahwa pemain asing terus bertambah Liga Indonesia Padahal, hal tersebut memang menjadi pendorong citra persaingan sekaligus agar para pemain lokal terpacu untuk menampilkan performa terbaiknya. Bahkan tak sedikit pemain asing yang mampu terus menunjukkan performa terbaiknya dalam beberapa musim terakhir, termasuk yang akhirnya memilih menjadi WNI.

Sejak jaman Liga Indonesia diadakan pada tahun 1994, pemain asing yang hadir di setiap klub bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia memang andalan mendongkrak performa tim. Sebut saja Cristian Gonzales dan Jacksen Tiago yang menjadi mesin gol untuk tim masing-masing di era tersebut.

Hingga saat ini, kehadiran pemain asing di Indonesia masih menjadi harapan untuk meningkatkan performa tim-tim yang bertanding. Bahkan terjadi pergeseran, dimana sejumlah pemain asing kemudian memperoleh kewarganegaraan Indonesia sehingga didaftarkan sebagai pemain lokal oleh klub tersebut, yang akhirnya menggeser kuota pemain asing dengan mendatangkan pemain lain.

Belakangan ini, banyak pemain asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia karena berbagai alasan. Ada yang, karena sudah punya istri dan anak di Indonesia, ingin bisa membela timnas Indonesia. Bahkan ada klub yang berani mengincar kewarganegaraan guna menambah jumlah pemain asing.

Satu hal yang menarik adalah kehadiran pemain asing dan naturalisasi di Indonesia saat ini yang kebanyakan berusia di atas 30 tahun. Meski sudah berada di hari-hari terakhir karir profesionalnya, tak sedikit pula yang masih mampu menunjukkan performa terbaiknya dan bersaing di kasta tertinggi.

Kali ini Bola.com mengulas deretan pemain asing dan naturalisasi yang tampil di Liga Indonesia, dari era Liga Super Indonesia hingga kedatangan baru di era Liga 1. Siapakah mereka?

Fabiano Beltrame dan Victor Igbonefo

Persib Bandung memperkenalkan pemain baru, Fabiano Beltrame di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Sabtu (23/3/2019). (Bola.com/Erwin Snaz)

Persib Bandung musim ini memiliki dua pemain naturalisasi yang usianya cukup tua. Fabiano Beltrame dan Victor Igbonefo, inilah dua pemain yang sudah bersama Maung Bandung musim ini dan masih mampu menunjukkan performa terbaiknya di lapangan hijau.

Fabiano Beltrame adalah pemain asing asal Brazil yang sudah bekerja di Indonesia sejak 2005. Pertama kali tiba di Indonesia, ia bergabung dengan Persela Lamongan. Ia kemudian juga bermain dengan Persmin Minahasa dan kembali ke Persela Lamongan hingga menjadi cukup menonjol saat membela Persija Jakarta pada tahun 2011.

Bermain selama tiga musim bersama Persija, di mana ia mengemas 78 pertandingan liga dengan Macan Kemayoran, Fabiano Beltrame kemudian bermain bersama Arema FC dan kemudian pindah ke Madura United pada 2017. Setelah dua musim membela Laskar Sapeh Kerap, Fabiano kemudian membela Persib Bandung pada 2019.

Namun, karena saat ini tengah mengurus kewarganegaraan Indonesia, Fabiano Beltrame harus menunggu tampil bersama Persib. Terakhir, di usianya yang ke 37, pemain Brasil ini melakukan debut resminya dalam pertandingan liga di Shopee Liga 1 2020 saat Persib menyambangi markas Arema FC pada 8 Maret 2020.

Pada laga ini, Persib Bandung berhasil menang 2-1 atas tim tuan rumah. Fabiano juga hanya punya waktu satu menit bermain karena ia masuk sebagai pemain pengganti di penghujung pertandingan.

Saat Shopee Liga 1 berlanjut pada awal 2021, Fabiano Beltrame tetap ingin menunjukkan bahwa dirinya masih mampu bersaing di lini pertahanan Maung Bandung meski usianya sudah 38 tahun.

Sedangkan Victor Igbonefo merupakan pemain naturalisasi yang berstatus Warga Negara Indonesia sejak 2013. Pemain ini juga bermain di Indonesia sejak 2005, bergabung dengan Persipura Jayapura hingga 2011.

Kemudian membela Pelita Jaya, Arema Cronus, selama berkarir di Thailand bersama klub-klub seperti Chiangrai United, Osotspa Samut Prakan, Navy, Nakhon Ratchasima, dan PTT Rayong. Ia bergabung dengan Persib Bandung pada tahun 2018, dimana pada tahun 2019 ia melanjutkan ke PTT Rayong dan kembali ke Maung Bandung pada tahun 2020.

Bersama Persib di musim 2020 di usianya yang ke-35, Victor Igbonefo mendapat kepercayaan penuh dari Robert Alberts untuk bermain di tiga laga yang telah dimainkan Maung Bandung dan semuanya berakhir dengan kemenangan.

Ilija Spasojevic

14 pemain asing dan naturalisasi yang bersaing di liga 1 meski usianya sudah tidak muda lagi
Selebrasi striker Bali United, Ilija Spasojevic, melawan Arema di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar (24/8/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bali United juga memiliki satu pemain naturalisasi yang sudah memasuki masa senja karirnya, yaitu Ilija Spasojevic.

Spasojevic merupakan pemain asal Nontenegro yang memperoleh paspor Indonesia sejak 2017. Bekerja di Indonesia sejak 2010, Spasojevic sangat menyukai Indonesia. Padahal, ia menikah dengan wanita Indonesia dan memiliki dua orang anak.

Dengan PSM Makassar Selama dua musim di Liga Utama Indonesia, Spasojevic mencetak 15 gol dalam 27 pertandingan. Ia sempat merumput di Mitra Kukar dan kemudian mendapatkan momen emas bersama Persib Bandung pada 2015, di mana ia membantu Persib menjuarai Piala Presiden.

Setelah meninggalkan Indonesia dan berkarir di Malaysia, Spasojevic kemudian kembali ke tanah air dan bergabung dengan Bhayangkara FC di babak kedua Liga 1 2017. Dalam setengah musim, ia mampu mencetak 13 gol dalam 16 penampilan bersama The Guardians yang memimpin. dia menjadi juara Liga 1 edisi pertama.

Setelah itu, Spasojevic membela Bali United sejak 2018 hingga sekarang. Ia telah bermain dalam 60 pertandingan Liga 1 dengan mengemas 25 gol untuk tentara Tridatu. Rekor ini membuktikan bahwa Spaso, panggilan akrabnya, masih mampu bersaing di level tertinggi meski usianya sudah 33 tahun.

Ezechiel N’douassel dan Herman Dzumafo

14 pemain asing dan naturalisasi yang bersaing di liga 1 meski usianya sudah tidak muda lagi
Striker Bhayangkara FC, Herman Dzumafo, berebut bola bersama pemain PSIS Semarang pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa (20/8). Bhayangkara bermain imbang 0-0 dengan PSIS. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bhayangkara FC musim ini memiliki pemain asing dan pemain naturalisasi berusia di atas 30 tahun, yaitu Ezechiel N’douassel dan Herman Dzumafo Epandi. Bahkan nama keduanya kini sudah berusia 40 tahun, dan akan menjadi 41 saat Shopee Liga 1 dilanjutkan pada Februari 2021.

Herman Dzumafo adalah pemain naturalisasi kelahiran Kamerun yang telah bermain di Indonesia sejak tahun 2008. Memulai karirnya bersama PSPS Pekanbaru. Kemudian sejumlah klub seperti Arema Indonesia, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Gresik United, Borneo FC, Persela Lamongan kembali ke PSPS, hingga kini bermain di Bhayangkara FC sejak 2018.

Meski baru berusia 38 tahun saat pertama kali tiba di Bhayangkara FC, Herman Dzumafo tetap mendapatkan menit bermain yang bagus bersama The Guardians. Dia bermain 33 kali di musim pertamanya dengan Bhayangkara FC mencetak 11 gol.

Hingga saat ini ia telah bermain dalam 65 pertandingan liga bersama Bhayangkara FC dan telah mencetak 21 gol. Angka tersebut masih bisa bertambah ketika Shopee Liga 1 berlanjut pada Februari 2021, yang menjadi bukti bahwa usia tidak menjadi penghalang bagi Herman Dzumafo untuk berlaga di level tertinggi.

Sedangkan Ezechiel N’douassel merupakan pemain baru yang didatangkan oleh Bhayangkara FC pada awal musim 2020. Ia didatangkan dari Persib Bandung yang dibelanya sejak Liga 1 2017.

Bersama Persib selama tiga musim, Ndouassel bermain dalam 79 pertandingan dan mencetak 36 gol. Sedangkan bersama Bhayangkara FC, ia sudah bermain di setiap pertandingan dari tiga laga yang dimainkan di musim 2020, dan mencetak satu gol.

Otavio Dutra dan Marko Simic

14 pemain asing dan naturalisasi yang bersaing di liga 1 meski usianya sudah tidak muda lagi
2. Otavio Dutra – Dutra adalah pemain baru yang bergabung dengan Persija musim ini. Meski demikian, kualitasnya sebagai bek sudah tidak diragukan lagi. Dalam laga debutnya bersama Persija, bek berusia 36 tahun ini juga menyumbangkan 1 gol. (Bola.com/Yoppy Renato)

Persija Jakarta juga memiliki dua pemain asing yang juga sedang menjalani masa senja karirnya. Kedua pemain tersebut adalah Otavio Dutra dan Marko Simic. Otavio Dutra merupakan pemain Brasil yang sudah berstatus Warga Negara Indonesia dan didatangkan Persija pada awal musim 2020, sedangkan Marko Simic merupakan mesin gol asal Kroasia yang sudah membela Macan Kemayoran sejak 2018.

Otavio Dutra pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2011. Ia bergabung dengan Persebaya Surabaya yang tampil di Liga Utama Indonesia. Kemudian dia sempat membela Persipura Jayapura, Persegres Gresik United.

Ia kemudian membantu Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017. Setelah itu, Otavio Dutra kembali ke Persebaya Surabaya yang kembali bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia karena promosi dari Liga 2. Bermain dua musim bersama Persebaya, Otavio Dutra kemudian pindah ke Persija. awal musim 2020.

Sayangnya, kampanye Dutra bersama Persija harus terganggu dengan terhentinya persaingan akibat pandemi COVID-19. Tercatat, Dutra hanya tampil di satu dari dua laga yang dimainkan Macan Kemayoran itu. Dia memainkan pertandingan penuh melawan mantan timnya, Bhayangkara FC, dan mencetak gol di pertandingan debut itu.

Dutra yang sudah berstatus Warga Negara Indonesia juga berkesempatan membela timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia zona Asia 2022. Ia tampil penuh dalam dua laga, yakni melawan Malaysia di Kuala Lumpur dan Vietnam di Gianyar.

Kini usianya yang menginjak 36 tahun, Otavio Dutra diyakini bisa bermain di level terbaik bersama Persija Jakarta dan Timnas Indonesia. Namun, sebagai buktinya Anda harus menunggu kompetisi sepak bola di Indonesia kembali digelar.

Satu lagi pemain di Persija adalah Marko Simic. Pemain asal Kroasia itu bermain di Persija sejak 2018, yang merupakan kali pertama pemain berusia 32 tahun itu bermain di Indonesia.

Dukungan yang besar dari The Jakmania membuat Marko Simic takjub dan tak mau berpaling dari Persija hingga saat ini. Dalam dua musim pertamanya bersama Persija, ia telah bermain dalam 62 pertandingan dan mencetak 46 gol di liga. Bahkan di musim 2019 pun ia berhasil menjadi top skorer.

Sedangkan pada musim 2020 yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, Marko Simic selalu bermain dalam dua laga yang dimainkan Macan Kemayoran. Dia sudah mencetak satu gol di musim 2020 yang akan berlanjut lagi pada Februari 2021.

Zah Rahan Kranggar

14 pemain asing dan naturalisasi yang bersaing di liga 1 meski usianya sudah tidak muda lagi
Gelandang serang Madura United, Zah Rahan, dalam aksinya melawan Persija pada Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Pemain asing lain yang sudah lama berkarir di Indonesia. Zah Rahan Krangar adalah pemain Liberia yang pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2004 dan bergabung dengan Persekaba Badung.

Ia pernah membela Persekabpas Pasuruan dan kemudian membela Sriwijaya FC pada musim 2007 hingga 2010. Bersama Sriwijaya FC, ia berhasil mempersembahkan satu trofi juara Liga Indonesia 2007/2008, dan tiga trofi Copa Indonesia berturut-turut, yakni musim 2007/2008, 2008/2009. dan 2010.

Ia kemudian bergabung dengan Persipura Jayapura dan membantu Mutiara Hitam menjuarai Liga Super Indonesia 2010/2011. Setelah berkarir di Malaysia dari 2014 hingga 2017, Zah Rahan kemudian kembali ke Madura United pada 2018.

Dia membuat 31 penampilan di musim pertamanya bersama Madura United. Namun, cederanya memaksanya minggir di musim 2019. Kini di musim 2020, Zah Rahan bergabung dengan PSS Sleman. Ia sudah bermain dua kali dengan total 162 menit bermain di Shopee Liga 1 2020 sebelum kompetisi dihentikan akibat pandemi COVID-19.

Wallace Costa

14 pemain asing dan naturalisasi yang bersaing di liga 1 meski usianya sudah tidak muda lagi
Bek PSIS, Wallace Costa, usai membobol gawang Persela di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu (6/7/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Wallace Costa merupakan pemain asing Brasil yang pertama kali datang ke Indonesia pada Liga 1 2018. Ia membela Persela Lamongan di musim pertamanya di Indonesia dan dipercaya memperkuat lini pertahanan Laskar Joko Tingkir dalam 30 pertandingan, plus mencetak empat gol.

Performa gemilang ini membuat Wallace Costa mendapat tawaran bagus untuk bermain bersama PSIS Semarang di Shopee Liga 1 2019. Di usianya yang ke-32 saat itu, lini pertahanan PSIS sangat terbantu dengan kehadiran Wallace yang menjadikan 32 laga sebagai starter dan mencetak enam gol musim itu.

Pemain asal Brasil itu dibela PSIS Semarang untuk musim 2020. Dalam tiga laga yang dimainkan PSIS di musim 2020, Wallace Costa selalu mendapat kesempatan untuk mengisi barisan pertahanan Laskar Mahesa Jenar. Bahkan, ia juga mencetak gol saat PSIS mampu menang 3-2 atas tim yang sebelumnya menjabat sebagai kariernya, Persela Lamongan.

Kini usianya yang sudah 34 tahun, diyakini Wallace Costa masih akan memberikan kontribusi nyata bagi PSIS Semarang saat Shopee Liga 1 berlanjut pada Februari 2021.

Wiljan Pluim dan Osas Saha

14 pemain asing dan naturalisasi yang bersaing di liga 1 meski usianya sudah tidak muda lagi
Gelandang PSM Makassar, Wiljan Pluim, mencoba mengungguli pemain Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di SUGBK, Jakarta, Rabu (28/8). Kedua tim bermain imbang 0-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Wiljan Pluim telah menjadi komandan di lini tengah PSM Makassar sejak Liga 1 2017. Kehadiran pemain Belanda di lini tengah Juku Eja sudah menjadi jiwa tim, dimana ritme permainan tim selalu datang dari sosoknya.

Begitu pentingnya kehadiran Wiljan Pluim, ia mengemas 32 pertandingan dan mencetak 12 gol di musim pertamanya bersama PSM. Di musim keduanya, ia mengemas 29 pertandingan dan mencetak lima gol.

Sayangnya, di Liga 1 2019, Wiljan Pluim diganggu cedera. Itu membuatnya hanya tampil 19 kali, namun tetap menyumbangkan jumlah gol yang sama dengan musim sebelumnya.

Hingga melakoni tiga laga di awal musim 2020, Wiljan Pluim sudah mencatatkan 80 laga bersama Juku Eja dengan mencetak 12 gol. Selain itu, Wiljan Pluim dikabarkan masih bertahan bersama PSM saat Shopee Liga 1 kembali digelar Februari mendatang.

Selain itu, musim ini PSM juga memiliki Osas Saha yang telah berusia 34 tahun. Pemain naturalisasi kelahiran Nigeria itu sudah bermain di Indonesia sejak 2009.

Mengawali karir di PSMS Medan, pernah bergabung dengan beberapa klub lain, seperti PSAP Sigli, Persepam, Persisam Putra, Persiram Raja Ampat, Semen Padang, Perseru Serui, Persija Jakarta, dan Tira Persikabo, hingga akhirnya berkarir di PSM pada tahun 2020. musim.

Saat memperkuat Persija pada 2018 lalu, Osas Saha kalah bersaing dan hanya tampil dalam 13 pertandingan. Namun permainannya kembali gemilang saat memperkuat Tira Persikabo, di mana ia mampu bermain sebanyak 28 kali dan mencetak 10 gol.

Kini usianya yang sudah 34 tahun, Osas Saha masih memiliki kepercayaan diri untuk bermain di level tertinggi dan bergabung dengan PSM Makassar. Pemain naturalisasi ini sudah tiga kali tampil bersama PSM di awal Shopee Liga 1 2020, di mana dua di antaranya menjadi starter.

Aleksandar Rakic

14 pemain asing dan naturalisasi yang bersaing di liga 1 meski usianya sudah tidak muda lagi
Striker Madura United, Aleksandar Rakic, melawan Bhayangkara FC pada laga Liga 1 2019 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (5/8). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M iqbal Ichsan)

Aleksandar Rakic ​​merupakan pemain asing asal Serbia yang pernah berkarir di Liga Indonesia sejak 2018. Pertama kali datang, Rakic ​​bergabung dengan Tira Persikabo dan bermain di setiap pertandingan Liga 1 2018 tanpa ada yang digantikan.

Dengan bermain dalam 34 pertandingan musim itu, Rakic ​​mampu mencetak 21 gol yang membuatnya menjadi top skorer musim itu. Hanya semusim bersama Tira Persikabo, Rakic ​​juga hijrah ke Madura United pada 2019.

Bersama Laskar Sapeh Kerap, Aleksandar Rakic ​​bermain dalam 29 pertandingan dan selalu menjadi starter. Namun, ia hanya bermain penuh waktu dalam 24 pertandingan dan hanya mencetak 12 gol saat itu.

Barito Putera adalah klub ketiga yang dibelanya di Indonesia. Aleksandar Rakic ​​bergabung dengan klub asal Banjarmasin pada awal musim 2020 dan telah bermain dalam tiga pertandingan yang dijalankan oleh Laskar Antasari.

Sayangnya Rakic ​​harus menunda penampilan lanjutannya karena hingga saat ini kompetisi masih ditunda dan baru akan mulai digelar lagi pada Februari 2021.

Beto Goncalves dan Greg Nwokolo

14 pemain asing dan naturalisasi yang bersaing di liga 1 meski usianya sudah tidak muda lagi
Striker Madura United, Beto Goncalves, mengenakan palang khas Madura di kepalanya saat selebrasi gol ke gawang Persib Bandung di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (5/10/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Kedua pemain ini sudah memiliki kewarganegaraan Indonesia setelah lama bermain di Indonesia. Kemampuan mereka sebagai penyerang memang luar biasa, apalagi saat mereka bersama di Madura United musim lalu dan awal musim 2020.

Bahkan kerja sama keduanya di Madura United bukanlah yang pertama. Beto Goncalves dan Greg Nwokolo juga pernah bermain bersama di Arema pada 2013.

Beto Goncalves adalah pemain yang memulai karirnya di Liga Indonesia dengan bergabung dengan Persijap Jepara pada musim 2008. Ia kemudian bersinar bersama Persipura Jayapura dengan membantu Mutiara Hitam menjuarai Liga Super Indonesia 2008/2009.

Bersama Persipura, ia juga meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak pada musim 2011/2012 dengan 25 gol dalam satu musim. Ia kemudian memperkuat Arema, Sriwijaya FC dan Madura United.

Bersama Sriwijaya FC di Liga 1 2017, Beto mampu mencetak 22 gol dari 33 pertandingan yang dimainkannya. Sedangkan pada musim 2018, ia hanya mencetak 11 gol dari 25 pertandingan.

Beto kemudian pindah ke Madura United pada musim 2019 dan mencetak 18 gol dalam 27 pertandingan yang dimainkannya. Beto juga telah mencetak tiga gol dalam tiga laga yang dimainkannya bersama Laskar Sapeh Seringkali di Shopee Liga 1 2020 sebelum kompetisi dihentikan.

Kini Beto Goncalves berstatus pemain yang dipinjamkan Madura United kepada Sriwijaya FC yang tampil di Liga 2. Namun, karena kompetisi belum bergulir kembali, Beto gagal tampil bersama Laskar Wong Kito.

Sedangkan Greg Nwokolo merupakan pemain asal Nigeria yang juga merupakan warga negara Indonesia. Pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2004, Greg sudah berpengalaman membela banyak klub, seperti Persijatim Solo, PSIS Semarang, PSMS Medan, Persis Solo, Persiija Jakarta, Pelita Jaya, Arema Cronus, Bhayangkara, dan Madura United.

Greg Nwokolo tercatat bermain bersama Persija Jakarta dalam tiga periode berbeda dan menjadi idola The Jakmania. Di periode pertamanya, ia mampu mencetak 16 gol dan membentuk trio ABG (Aliyudin, Bepe, dan Greg). Kemudian pada musim 2010/2011, dia mencetak 13 gol dalam satu musim bersama Persija.

Setelah berkarir di Thailand, Greg pun kemudian setia kepada Madura United dari Liga 1 2017 hingga musim 2020. Total ia telah mencetak 22 gol dalam 73 pertandingan liga bersama Laskar Sapeh Seringkali hingga musim 2020.

Namun, sedikit berbeda dengan Beto yang memilih kembali ke Sriwijaya FC sebagai pemain pinjaman sambil menunggu musim 2020 berlanjut, Greg memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Madura United karena tidak mau mengambil risiko berlaga di tengah. pandemi COVID-19.

Video

.


Source link

Check Also

Memanfaatkan waktu luang saat Shopee Liga 1 belum diluncurkan, gelandang Persib mulai berbisnis

Warta.top – Bola.com, Bandung – Begitu banyak waktu luang ketika kompetisi Shopee League 1 belum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *