Home / politik / Melawan anak walikota saat Pilkada Magelang

Melawan anak walikota saat Pilkada Magelang

Warta.top – Dua pasangan calon walikota dan wakil walikota Magelang telah mendaftar sebagai peserta Pilkada. Pasangan pertama, Aji Setyawan, melawan Windarti Agustina. Kedua, Muchammad Nur Aziz dan KH Mansyur.

Aji Setyawan adalah anak dari Walikota Magelang. Ia menggandeng Windarti Agustina untuk mendaftar sebagai peserta Pilkada Kota Magelang 2020. Mereka mendaftar ke KPU Kota Magelang pada Jumat (6/9).

Pasangan Aji-Windarti ini didukung Partai PDI-P, Partai Hanura, dan Partai Gerindra dan Pihak Perindo. Aji yang kini menjadi anggota DPRD Kota Magelang menyampaikan visinya ke depan sebagai calon walikota yang ingin menjadikan Magelang kota jasa yang maju, cerdas, berbudaya berbasis masyarakat sipil religius.

“Alasan saya mencalonkan diri sebagai walikota, saya ingin meraih bukan hanya apa yang selama ini bagus, seperti infrastruktur dll, saya juga ingin mengisi sendi-sendi kreativitas seperti budaya, seni dan pendidikan lainnya, dan yang terpenting adalah melestarikan budaya kita, “kata Aji.

Windarti yang juga Wakil Walikota Magelang mengaku sudah mendampingi Wali Kota Sigit Widyonindito selama 5 tahun terakhir.

Oleh karena itu apa yang sudah dilaksanakan dan sudah baik insyaallah akan kita lanjutkan, terus yang baik kita jadikan lebih baik lagi. Kota Magelang yang modern dan cerdas akan dibuat. makin modern dan cerdas, makin sejahtera dan religius, ”kata Windarti.

Penantangnya, pasangan Muchammad Nur Aziz dan KH Mansyur, mendaftar sebagai peserta Pilkada 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang, Sabtu.

Pasangan ini diusung empat partai politik, yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, PKSdan PKB, dan didukung oleh PPP.

Usai mendaftar di KPU Kota Magelang, Aziz mengatakan dalam visinya ingin menjadikan Magelang cerdas, sejahtera dan religius.

“Kami akan sediakan program APBD untuk masyarakat, kami akan mengundang sebanyak mungkin partisipasi masyarakat di bawahnya, yaitu melalui kegiatan RT, RW dan di atasnya. Selama ini program hanya di tinggi, tapi ke depan kami berusaha menggalang partisipasi masyarakat, ”ujarnya.

Program ke depan, termasuk setiap RT, menerima bantuan Rs 30 juta per tahun, merawat orang sakit dan sehat, membantu lembaga keagamaan dan meningkatkan sumber daya manusia. Dia menargetkan untuk memenangkan 60% suara di Pilkada 2020. [noe]

.


Source link

Check Also

Golput dan Politik Uang, ancaman terbesar Pilkada di tengah pandemi Covid-19

Warta.top – Direktur Eksekutif Indikator Kebijakan Indonesia Burhanuddin Muhtadi memprediksi pelaksanaan Pilkada 2020 yang berlangsung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *