Home / peristiwa / Untuk meningkatkan produksi padi, Kementerian Pertanian menerapkan skema tanam IP 400

Untuk meningkatkan produksi padi, Kementerian Pertanian menerapkan skema tanam IP 400

Warta.top – Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi beras untuk menjamin tersedianya kedaulatan nasional atas beras. Salah satu kemajuan yang saat ini sedang dilakukan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo adalah model budidaya padi dengan indeks tanaman (PI) 400 yang dikelola dalam klaster zona berbasis perusahaan pertanian. .

General Manager Tanaman Pangan, Suwandi mengungkapkan penerapan model usahatani padi IP 400 merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan produksi agar ketersediaan beras dalam negeri secara efektif dapat terpenuhi dengan sendirinya, sekalipun surplus bisa diekspor. IP 400 adalah metode tanam dan panen empat kali dalam setahun di lahan yang sama.

“Apa tujuannya? Meningkatkan luas tanam dan produksi untuk ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan petani dan sekaligus mengurangi luas tanam akibat alih fungsi sawah,” kata Suwandi. Jakarta, Jumat (1/1).

Ia menjelaskan, idealnya IP400 dikembangkan di lahan sawah beririgasi teknis yang airnya tersedia sepanjang tahun, bukan di daerah endemik hama dan pada persawahan yang cukup seragam. Berhasil? Kunci sukses terletak pada air, mekanisasi dan penggunaan benih awal dan sangat awal dengan pembibitan di luar (penculikan, dapog, sistem bin).

Beberapa varietas padi genjah seperti Silugongo dipanen 80-90 hari setelah tanam (HSS), Dodokan (100 HSS), Inpari 12 (99 HSS), Inpari 13 (99HSS), Inpari 11 (105 HSS), Inpari 18 (102 HSS)), Inpari 19 (103 HSS), Inpari 20 (104 HSS), Inpari Sidenuk (103 HSS), Inpari Pajajaran (105 HSS) dan Inpari Cakrabuana (105 HSS). Dengan teknik penaburan diluar areal tanam berumur 15 sampai dengan 25 HSS dan langsung ditanam, artinya waktu panen diperhitungkan lebih cepat dari hari setelah tanam (DAS).

“Penggunaan pupuk organik dan pengurangan pupuk kimia secara bertahap, penanggulangan hama terpadu, pengelolaan tanaman dan tanaman yang singkat dan efisien, 5 sampai 10 hari dengan mekanisasi,” jelasnya.

Sebagai contoh tata kelola waktu tanam, Suwandi mengatakan IP400 merupakan salah satu petani yang tergabung dalam Gapoktan Desa Mlale Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen. Pada musim tanam pertama (MT-1), disemai pada 20 November dan dipanen pada 90 HST pada 17 Februari. MT-2 ditanam pada 22 Februari dan dipanen pada 85 HST pada 16 Mei. Pada MT-3 tabur 21 Mei dan panen pada 90 HST pada 18 Agustus. Selain itu, MT-4 ditanam pada 30 Agustus dan dipanen pada 85 HST pada 22 November.

“Waktu antara panen dan tanam hanya 5-10 hari, sehingga perlu dilakukan mekanisasi kecepatan tanam dengan traktor dan panen dengan kombinasi dan lahan menerima. bahan pembusukan jerami dan batang, ”ujarnya.

Selain itu, Suwandi menjelaskan bahwa areal yang dipilih relatif bebas dari hama tanaman endemik dan pola budidaya padi dapat diterapkan sebanyak tiga kali dengan ditaburi tanaman atau pola tertentu tergantung kondisi setempat. Pada lahan kering tadah hujan dapat juga diaplikasikan melalui pemanfaatan sumur / waduk / pompa pertanian terpadu dimana pemanfaatan air digunakan untuk berbagai kegiatan pembibitan, ikan, lele, sayur mayur, nasi, agar tidak ada sampah yang terbuang (zero waste).

Oleh karena itu, Suwandi mencontohkan penerapan IP 400 secara langsung meningkatkan luas tanam padi sehingga target produksi padi pada musim tanam pertama (MT I) dari Oktober 2020 hingga Maret 2021. yang luasnya minimal 8,2 juta hektar (ha), dapat tercapai. Alhasil, stok beras pada awal Januari 2021 mencapai 6-7 juta ton.

“Produksi Januari-Juni 2021 18,5 juta ton, sedangkan tingkat konsumsi beras Januari-Juni 2021 15 juta ton, sehingga pada akhir Juni 2021 stok beras dari Beras sekitar 9,5-10,5 juta ton, ”ujarnya.

Suwandi mengatakan, IP400 tentunya mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya beras, melalui perkebunan pangan dan budidaya klaster daerah. Selain menggairahkan pendampingan pemerintah, petani / kelompok tani harus bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk budidaya dan hilir / pengolahan sehingga bisa menambah nilai.

“Tentunya harus dikelola secara profesional oleh perusahaan petani. Respon yang sangat positif dari usulan seluas 6.582 hektar dari 116 kabupaten dan 21 provinsi, bahkan Subang, Brebes, Sragen, Mempawah dan d ‘ yang lain mulai mengalami crash IP400 pada November 2020, ”katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan telah melakukan berbagai terobosan untuk terus menggenjot produksi pangan, khususnya beras sebagai komoditas strategis. Perluasan areal perkebunan di beberapa areal dan penerapan model tanam padi IP400.

“Kami sedang melangkah lebih jauh dan memperluas areal tanam pada 2021. Bahkan besok kami akan masuk ke NTT dan Maluku. Selain itu, kami juga memiliki program penguatan diversifikasi pangan lokal,” ujarnya. [hhw]

.


Source link

Check Also

3 orang ditangkap karena jual beli sepeda motor secara ilegal dengan penghapusan penagih hutang

Warta.top – Polres Cipondoh dan Polda Metro Tangerang mengungkap adanya jual beli sepeda motor ilegal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *