Home / peristiwa / Untuk mencegah penyebaran Corona, aktivitas warga Samarinda dibatasi hingga ancaman sanksi

Untuk mencegah penyebaran Corona, aktivitas warga Samarinda dibatasi hingga ancaman sanksi

Warta.top – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kaltim, sudah mulai mengambil sikap tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan, mengingat tingginya kasus positif Covid-19. Melalui Perwali n ° 43/2020, pelanggar diancam dengan denda mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000 hingga pembatasan aktivitas. Aturan tersebut mulai berlaku hari ini, Senin (7/9).

Hingga Minggu (6/9), jumlah kasus positif Corona mencapai 1.168, di antaranya 712 sembuh, 55 meninggal dunia dan 409 dalam perawatan. Dari 1.168 kasus juga, 331 tidak terkumpul karena penularan lokal.

Hal ini memaksa Pemkot segera mengambil tindakan tegas, sehingga bisa memutus mata rantai penularan yang utamanya dilakukan melalui transmisi lokal, kata Walikota Syaharie Jaang dalam jumpa pers di kediaman dinas, Jalan. Letjen S Parman, di Samarinda.

Untuk itu, lanjut Jaang, Perwali No. 43/2020 dipandang perlu segera dilaksanakan, karena peningkatan kasus harian di Samarinda sudah mengkhawatirkan.

“Angka kematian 6,4 persen di atas rata-rata nasional. Saat ini Pemmot menertibkan protokol kesehatan di seluruh wilayah Samarinda. Saat memakai masker, jaga jarak minimal 1 meter, cuci tangan dan hindari keramaian, ”kata Jaang.

Jaang menjelaskan, hendaknya masyarakat membatasi aktivitasnya terutama pada malam hari yaitu berjualan, mengoleksi, berbelanja dan berolahraga. “Sampai jam 10 malam. Perwali ini, diproduksi bekerjasama dengan TNI dan Polri agar implementasinya berjalan lancar, ”kata Jaang.

Jangan abaikan, pemberitaan di masyarakat saat ini juga memberlakukan jam malam. “Kebijakan Pemprov DKI dan tim satgas bukan dengan memberlakukan jam malam. Bahkan mengurangi aktivitas malam hari hingga jam 10 malam,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chaeruddin menambahkan, pemberlakuan Perwali adalah soal penegakan disiplin protokol kesehatan yang diikuti sanksi. Dari saksi pekerja sosial, denda Rp 100 ribu-Rp. 250 ribu untuk perorangan. Serta denda bagi pemilik tempat usaha, mulai dari teguran lisan dan tertulis, denda Rp 250.000 hingga Rp 500.000, penangguhan operasional, hingga pencabutan izin usaha.

“Setiap pelanggar, kita daftarkan aplikasi sistem kita. Jadi kita cari tahu sudah berapa kali pelanggar ini melanggar. Kita akan evaluasi pelaksanaan Perwali ini dalam 2 minggu ke depan,” kata Sugeng. [cob]

.


Source link

Check Also

Corona memisahkan perawat Ulfa dari keluarganya

Warta.top – Tak kurang dari 85 perawat di Indonesia tewas akibat Covid-19. Salah satunya, Rasyidah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *