Home / peristiwa / Untuk mencegah penularan Covid-19, warga Yogyakarta wajib menggelar upacara pelaporan RT / RW

Untuk mencegah penularan Covid-19, warga Yogyakarta wajib menggelar upacara pelaporan RT / RW

Warta.top – Warga Yogyakarta diimbau untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Oleh karena itu, warga setiap RT / RW diharuskan hadir saat menyelenggarakan acara yang dihadiri banyak orang, seperti hajatan.

“Sebelum menggelar hajatan, warga ini harus melapor ke RT atau RW. Pengelola zona kemudian melakukan pertemuan untuk melihat bagaimana rencana protokol kesehatan tersebut akan diimplementasikan, ”ujar ketua unit. polisi Agus Winarto, Pegawai Negeri Sipil Kota Yogyakarta, Yogyakarta. Demikian dikutip Antara, Selasa (17/11).

Menurutnya, salah satu tata cara kesehatan yang perlu diperhatikan saat menggelar kegiatan yang bisa diikuti banyak orang adalah membatasi jumlah tamu yang diundang.

Agus mengatakan, maksimal tamu yang hadir dalam satu waktu sebanyak 30 orang. Jadi jika komunitas mengundang lebih banyak tamu, waktu undangan akan dibagi.

“Jadi tamu tidak datang pada waktu yang sama, tapi diatur sesuai waktu yang sudah ditentukan di undangan. Harapannya tidak ada keramaian sehingga protokolnya bisa dipertahankan,” ujarnya. apakah dia menyatakan.

Pimpinan RT / RW di wilayahnya dengan dibantu forum komunikasi pimpinan di kecamatan, lanjutnya, akan mengawal pelaksanaan kegiatan di daerah yang banyak diikuti masyarakat.

Sebelumnya, Agus menyampaikan peringatan kepada warga yang mengadakan pesta di restoran karena dinilai mengabaikan tata tertib kesehatan.

Sementara itu, penerapan tata tertib kesehatan di tempat-tempat umum, termasuk di tempat wisata, lanjut Agus, hingga saat ini masih terus dilakukan termasuk melalui Satgas Gumaton yang bertanggung jawab atas memastikan terlaksananya protokol kesehatan di wilayah Keraton Tugu, Malioboro dan Yogyakarta.

“Setiap hari, petugas penegak protokol kesehatan terus berjalan di sekitar tempat umum dan mengingatkan masyarakat untuk memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak serta menjauhinya. ‘celah kerumunan,’ katanya.

Protokol kesehatan juga diberlakukan di sejumlah perusahaan komersial, termasuk memeriksa dengan perusahaan yang telah menerima peringatan untuk tidak menegakkan protokol kesehatan.

“Kami sedang melakukan pengecekan ulang. Ada yang memperbaiki pelaksanaan protokol kesehatan, tapi ada pula yang belum. Biasanya pelanggaran yang paling sering terjadi adalah pelanggaran karena tidak menyediakan fasilitas cuci tangan lengkap. Misalnya kehabisan air atau sabun habis, ”ujarnya.

Hingga Selasa (17/11), tercatat ada 21 lagi kasus positif Covid-19 di Yogyakarta, enam pasien dinyatakan sembuh dan satu pasien meninggal dunia. Dengan demikian, di Kota Yogyakarta terdapat 100 kasus aktif COVID-19, 501 pasien dinyatakan sembuh dan 26 pasien meninggal dunia. [lia]

.


Source link

Check Also

Suap Bansos Covid-19, KPK Temukan Uang dalam Kardus

Warta.top – Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *