Home / peristiwa / Trio aktor di Bali, hanya satu tahun, untuk menjadi profesor kehormatan

Trio aktor di Bali, hanya satu tahun, untuk menjadi profesor kehormatan

Guru di Bali Tega mengundang siswa untuk melakukan hubungan tubuh. © 2019 Spesial

Warta.top – Ketut Boy Jayawibawa, kepala Biro Pendidikan Provinsi Bali, telah mempelajari kasus seorang guru honorer bernama Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) terkait dengan kasus kekerasan seksual. Boy bilang, status Sri Novi adalah karyawan kontrak.

"Jika disebutkan di media, profesor kehormatan disebutkan. Ini hanya bisa menjadi karyawan terhormat tapi bukan profesor. Kami hanya ingat namanya untuk meyakinkan kita besok dengan "Apakah orang ini benar-benar setuju dengan staf kami?" Jika ini benar, tim kami akan menyelidiki dan dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat, "kata Ketut Boy ketika dihubungi Jumat (8/11).

Jayawibawa juga menyebutkan bahwa nama penulis telah terdaftar dalam sertifikat (SK) dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Para penulis bekerja sebagai pekerja kontrak selama satu tahun.

"Jika namanya disebutkan dengan jelas dan dia telah bekerja selama satu tahun, itu akan kembali ke awal tahun, tetapi jika itu yang kita maksud sebenarnya dalam kasus ini, kita periksa besok apakah tidak apa-apa dengan orang tersebut, jadi tidak pasti, "katanya.

1 dari 2 halaman

Penulis harus dikembalikan

Baik Luh Gede Yastini, dalam kapasitasnya sebagai Komisaris Komisi Regional untuk Pemantauan dan Perlindungan Anak (KPPAD) di Bali, meminta agar dua penulis kasus tiga kali lipat di Kabupaten Buleleng di Bali dipecat.

"Ya, dia harus dipecat dan keduanya harus," kata Yastini setelah dihubungi.

Yastini meminta dinas pendidikan di masa depan untuk secara selektif merekrut guru, agar kejadian itu tidak terulang lagi.

"Ketika merekrut guru, ini mungkin harus dilakukan secara selektif – misalnya, tes psikologi harus dilakukan karena kita tidak tahu bahwa ada kekerasan emosional atau fisik (fisik). "tambahnya.

KPPAD akan membantu korban pulih dari trauma. "Kami khawatir dan kami sedang menjalani proses hukum ke polisi. Tentu saja, mekanismenya jelas karena guru ini memiliki beban dan harus dilakukan," jelasnya.

2 halaman di 2

Fakta kasus di tiga

Kepolisian Daerah Buleleng mengungkapkan perilaku penyimpangan seksual terjadi pada Sabtu (26/10) sekitar pukul 14:30 WITA di rumah kos Jalan Sahadewa Singaraja.

Pelakunya adalah seorang guru bernama Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) dan pacarnya, AA Putu Wartayasa, yang merupakan karyawan kehormatan salah satu lembaga pemerintah Kabupaten Buleleng.

Penulis Ni Made Sri Novi Darmaningsih tega mengundang inisial mereka sendiri siswa V (15) untuk membuat trio dengan pacarnya di rumah.

Gede Sumarjaya, petugas hubungan masyarakat di Kantor Polisi Iptu Buleleng, mengatakan penulis adalah profesor kehormatan di rumah korban, dan mengundang korban untuk berkenalan dengan AA Putu Wartayasa. Kemudian, penulis mengundang korban ke pacarnya. Di sana korban dianiaya.

(Cob)

(tagsToTranslate) Pelecehan Seksual (t) Denpasar


Source link

Check Also

Komisi X DPR memberikan banyak "pekerjaan rumah" kepada Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo Warta.top – Seorang anggota Komisi X DPR memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *