Home / peristiwa / Timeline penelitian Sriwijaya Air SJ 182 dan update terkini

Timeline penelitian Sriwijaya Air SJ 182 dan update terkini

Warta.top – Kabar ini memuat kronologi lengkap dari dimulainya kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB hingga penelitian yang sedang berlangsung. Berita diatur sesuai dengan pembaruan terakhir yang diterima oleh penerbit. Silakan gulir ke bawah untuk mencari tahu tentang apa itu sejak awal.

Minggu (10/1) pukul 17.30 WIB

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menerima beberapa barang yang diyakini milik Sriwijaya Air. Tim KNKT Komando SAR JICT juga menerima beberapa komponen pesawat dari Basarnas. Beberapa dari komponen tersebut adalah GPWS, radio altimeter, dan kemudian ada juga perangkat peluncuran darurat.

Bagian-bagian pesawat yang dapat dikenali biasanya dari ekor bawah. Namun KNKT masih belum bisa memastikan apakah ekor yang diserahkan ke KNKT adalah ekor kanan atau kiri.

Minggu (10/1) pukul 15.40 WIB

Rombongan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI, Kepala KNKT, Kepala Basarnas, telah selesai melakukan observasi langsung terhadap lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan dia diduga kuat potongan badan pesawat sedalam 23 meter. Apalagi, kata Panglima, lokasi kotak hitam itu sudah diketahui. Sinyal kotak hitam Sriwijaya Air telah dikunci untuk segera dikumpulkan.

Minggu (10/1) pukul 14.30 WIB

Tim SAR gabungan kembali menemukan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Pontianak-Jakarta yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Mereka juga menemukan bagian tubuh manusia ditempatkan di kantong jenazah.

“Berupa 3 kantong puing pesawat kemudian 5 kantong merupakan bagian dari tubuh manusia,” kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen (Mars) Rahman kepada JICT, Minggu (10/1). utara Jakarta.

Minggu (10/1) pukul 14.00 WIB

Kabiddokpol Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko mengungkapkan hingga Minggu (10/1) sore pihaknya baru menerima satu kantung jenazah berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat. Sriwijaya Air SJ-182.

Minggu (1/10) pukul 11:40 WIB

Dari stasiun SAR JICT Tanjung Priok, ada 4 kelompok objek ditemukan. Belat kabel dengan saku tipis. Ada juga tangga darurat yang bisa jadi milik pesawat Sriwijaya Air. Dua kantong penemuan baru lainnya. Ada ban yang pecah dan potongan badan pesawat. Ada juga pakaian berwarna merah muda. Mungkin milik anak-anak.

Minggu (10/1) pukul 10.00 WIB

Tim Search and Rescue (SAR) menemukan bagian yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi PK-CLC SJ 182 dengan dimensi 1 hingga 2 meter serta bagian tubuh manusia pada hari Minggu. Pagi jam 10:00 WIB sekitar 1.6 mil dari Pulau Lancang.

Anggota tubuh polisi Air dan udara (Korpolairud) ditemukan Baharkam Polri sejumlah barang diyakini milik penumpang Sriwijaya Air LK CLC SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Ada tujuh item ditemukan.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Yassin Kosasih mengatakan ketujuh barang itu berupa sandal lurus bermerk New Era, sandal jepit, rompi biru, jaket hitam, sepatu di sebelah kiri, setelah itu pembungkus plastik dibungkus.

Penemuan ini dilaporkan petugas pengawas dengan menggunakan helikopter di udara menyapu permukaan laut di sekitar Kepulauan Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Benda ini diduga kuat milik penumpang pesawat yang hilang dan kemudian jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Minggu (1/10) pukul 09.40 WIB

Diduga bagian tubuh penumpang dari Sriwijaya Air Registry PK-CLC SJ-182 ditemukan di kedalaman 17 hingga 20 meter di Kepulauan Seribu. Tim penyelam dari Komando Pasukan Katak TNI AL (Kopaska) melaporkan hasil sekitar pukul 09.40. Diduga bagian tubuh tersebut telah bercampur dengan beberapa puing pesawat, yang terus menerus diangkat ke bawah udara. air.

Tim selam Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL menemukan puing-puing dan jaket pelampung penumpang Sriwijaya Air SJ-182. Kopaska menemukan pecahan pesawat karena terbukti memiliki jaket pelampung. Tim penyelam juga menemukan warna dan bagian registrasi pesawat. Pecahan Sriwijaya Air SJ182 ditemukan di kedalaman 23 meter.

Minggu (10/1) pukul 09.00 WIB

Tim SAR Angkatan Udara Indonesia yang memimpin patroli udara ditemukan tumpahan minyak di sekitar lokasi yang akan menjadi lokasi kecelakaan. Mereka menduga tumpahan minyak tersebut berasal dari bahan bakar Sriwijaya SJ 182.

Minggu (10/1) pukul 08.00 WIB

polisi berpura-pura telah menerimanya kantong jenazah berisi bagian tubuh di RS Kramat Jati. Sedangkan satu tas lagi berisi baju dan barang pribadi.

Minggu (10/1) pukul 03.00 WIB

KRI Rigel yang terlibat dalam pencarian SAR melacak sinyal terakhir yang hilang dari pesawat Sriwijaya Air. Tim penyelam Kopaska menyelam di situs.

Minggu (10/1) Pagi-pagi sekali

SAR terus melakukan penelitian di sekitar Laki dan Kepulauan Lancang.

Sabtu (9/1) pukul 23.55 WIB

Tim SAR Basarnas membawa puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya AIr ke posko terintegrasi SAR di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok.

Sabtu (9/1) pukul 20.00 WIB

Sriwijaya Air mengatakan kondisi pesawat dalam kondisi baik. Penundaan penerbangan selama 30 menit itu disebabkan hujan deras, bukan karena pesawat rusak. Pesawat itu juga diketahui berusia 25-26 tahun.

Sabtu (9/1) 19h00-20h00 WIB

Badan SAR Nasional dan Kementerian Perhubungan memastikan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh. Dugaan lokasi kecelakaan sementara berada di sekitar Kepulauan Male dan Lancang.

Namun, Basarnas mengatakan pesawat tidak mengeluarkan sinyal emergency locator transmitter (ELT) saat hilang kontak pada Sabtu (9/1).

Kementerian Perhubungan menyebut jumlah manifes pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebanyak 62 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 50 penumpang dan 6 awak aktif serta 6 awak tambahan.

Presiden Jokowi meminta agar pencarian korban dilakukan secara optimal.

Sementara itu, Flight Radar24 melaporkan bahwa pesawat telah hilang ke ketinggian 10.000 kaki dalam 1 menit.

Sabtu (9/1) pukul 18.00 WIB

TNI AL, Polri, dan TNI AU menyatakan telah mengerahkan sejumlah kapal, pesawat, dan personel SAR untuk mencari pesawat yang jatuh tersebut.

Sabtu (9/1) pukul 17.00 WIB

Bupati Kepulauan Seribu mendapat laporan bahwa ada pesawat yang jatuh. Laporan itu mengatakan telah terjadi ledakan.

Di media sosial, beredar foto sejumlah pecahan yang diyakini bagian dari pesawat.

Tim SAR gabungan pindah ke lokasi yang diyakini sebagai lokasi kecelakaan.

Sabtu (9/1) 14:40 WIB

Pesawat kehilangan kontak empat menit setelah lepas landas. Pesawat dengan nomor registrasi Boeing 737-500 PK CLC hilang kontak 11 mil laut utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Sabtu (9/1) pukul 14.36 WIB

Pesawat Sriwijaya Air tujuan Pontianak yang dipiloti Kapten Afwan lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Sebelumnya, pesawat sempat menunda jadwal pemberangkatan hingga 30 menit. [ian]

.


Source link

Check Also

Perdagangan Bir Sepi Akibat Corona, Pria Bali Beralih Ke Profesi Penjual Togel

Warta.top – Pria berinisial SSO (38) asal Aceh ini terpaksa mendekam di sel tahanan Polres …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *