Home / peristiwa / Tembak 2 penyelundup narkoba, polisi menyita 15kg Sabu di kantong teh China

Tembak 2 penyelundup narkoba, polisi menyita 15kg Sabu di kantong teh China

Warta.top – polisi menggagalkan pengiriman 15 kg sabu dari Aceh ke selatan Labuhan Batu (Labusel), utara Sumatera dan Dumai, Riau. Kedua penyelundup yang membawa narkoba ditembak mati.

Pengiriman sabu-sabu seberat 15 kg itu digagalkan tim dari Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhan Batu. Dari penyidikan mereka menangkap Toyota Avanza Silver dengan nomor tertentu polisi BM 1843 DM di Jalan Lintas Sumatera Km 330/331, Kamis (12/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dua orang di dalam mobil tersebut langsung diamankan. Keduanya adalah Eka Satria (27), warga Jalan Marelan Pasar II Barat, Air Terjun Kelurahan, Medan Marelan dan Abdul Fatah alias Atah (20), warga Jalan Marelan V, Pasar II Barat, Kelurahanatuh, Medan Marelan.

Eka dan Abdul Fatah tidak bisa melarikan diri karena di dalam mobil yang mereka pakai ditemukan 15 bungkus plastik bertanda “QING SHAN” di dalam tas hitam bertuliskan “CENDRAWASIH”. Isinya diyakini sebagai obat sabu jenis kristal.

“Barang bukti yang disita 15 kg diduga sabu kristalin dan bungkusnya ditutup dengan teh China. Kami menemukan temuan baru bahwa beberapa bendera negara diyakini berada di balik pengapalan tersebut, namun barang masih datang dari China. Aceh – Labuhan Batu-Dumai, “kata Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Pol Martuani Sormin di RS Bhayangkara Medan, Sabtu 14 November.

Dalam pemeriksaannya, Eka mengatakan 2 kg sabu akan dikirim ke wilayah Labuhan Batu Selatan (Labusel), sedangkan 13 kg lainnya akan dikirim ke Dumai.

“Tersangka E mengaku pernah berhasil mengantarkan sabu-sabu seberat 2 kg di selatan Labuhan Batu. Itu atas pesanan pria berinisial M, warga Jalan Medan-Binjai Km 13,5. “, dia berkata.

Tim Narkotika Polres Labuhan Batu kemudian berkoordinasi dengan Badan Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara. Mereka menyebar ke suatu tempat bernama Eka untuk menangkap Tuan.

Jumat (13/11) sekitar pukul 05.00 WIB, tim tiba di Jalan Medan-Binjai. Kedua tersangka keluar dari mobil untuk menunjukkan rumah M. Mereka diduga berkelahi, melukai polisi dan menembak hingga tewas. Keduanya sudah mati.

“ES (Eka) dan AF (Abdul Fatah) mengancam keselamatan anggota kami yang bertindak, sehingga dilakukan tindakan yang kuat, tepat dan terukur yang menewaskan kedua tersangka. Target kami bukan pengguna, tapi resellernya, ”tutup Martuani.

Jenazah kedua tersangka kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara. Sementara barang bukti telah diteruskan ke Polres Labuhan Batu untuk diproses lebih lanjut. [fik]

.


Source link

Check Also

Inilah 6 vaksin Corona Covid-19 yang legal digunakan di Indonesia

Warta.top – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengidentifikasi enam jenis vaksin Corona Covid-19 yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *