Home / peristiwa / Tebing setinggi 15 meter di longsor Kediri meluap ke rumah warga

Tebing setinggi 15 meter di longsor Kediri meluap ke rumah warga

Warta.top – Rumah warga di lereng Gunung Wilis di Desa Blimbing, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, rusak setelah dilanda longsor menyusul hujan deras yang melanda kawasan itu pada Jumat (1/1). ) dari pagi hingga malam.

Han Aswara, salah satu pemimpin Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengatakan rumah yang terkena longsor itu milik Pujiono.

“Kemarin turun hujan sekitar pukul 10.00 WIB. Longsor terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu korban beserta istri dan bayinya masih di rumah,” kata Han Aswara. Kediri, Sabtu (2/1).

Ia mengatakan, akibat curah hujan yang cukup panjang, tebing setinggi 15 meter dan lebar 8 meter di belakang rumah Pujiono itu longsor. Material dari longsor menghantam rumah Pujiono. Lima rumah lainnya yang juga dekat dengan rumah Pujiono juga berisiko longsor.

Han juga menambahkan, saat kejadian pada Jumat malam, tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah dan seluruh keluarganya juga berhasil melarikan diri.

Pujiono, pemilik rumah, mengaku bencana ini sudah ketiga kalinya terjadi di rumahnya. Dia belum memiliki pilihan untuk pindah ke daerah yang lebih aman bersama seluruh keluarganya.

“Dia menabrak bagian belakang rumah. Ini ketiga kalinya dan ini yang terburuk,” kata Pujiono.

Sementara itu, para tetangga Pujiono juga bergotong royong membantu memperbaiki rumahnya. Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, rumah tersebut akhirnya dibongkar.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Slamet Turmudi mengatakan, kerusakan rumah Pujiono memang berat, sehingga disarankan agar rumah tersebut dibongkar.

“Rumahnya tidak bisa ditempati karena longsor. Pak Pujiono dan istrinya sekarang tinggal di rumah mertuanya, lokasinya tidak jauh dari rumahnya,” ujarnya. dia berkata.

Slamet menambahkan, rumah Pujiono terletak di paling bawah dan di atas bukit di belakang rumahnya ternyata juga dibangun rumah. Padahal, di sebelah rumah Pujino sebenarnya ada tembok penahan tebing. Diduga, karena konstruksi dinding penahan tebing tidak tepat, tidak ada ruang resapan air, sehingga tidak bisa menahan air. .

“Kemungkinan konstruksi situs retensi tebing buruk, tidak ada ruang resapan air, sehingga tidak mampu menahan air. Selain itu, kondisi punggungnya juga miring, ketinggian tebingnya sekitar 60 derajat, ”ujarnya.

BPBD Kabupaten Kediri, kata Slamet, akan menghubungi pemerintah desa setempat untuk mencari lokasi tanah tempat Pujiono bisa membangun rumah. Juga, kejadian longsor ini adalah yang ketiga kalinya, dan yang ketiga ini adalah yang terparah.

Ia pun meminta warga berhati-hati. Informasi BMKG mengindikasikan ancaman bencana masih bisa terjadi hingga Februari 2020.

“Ancaman bencana sesuai dengan perkiraan BMKG, curah hujan sampai Februari 2020. Potensi longsor, banjir sudah kita petakan. Pusaran air, hujan disertai angin kencang hingga Februari” , dia berkata. [gil]

.


Source link

Check Also

Donor plasma di Kediri, PMI bisa mendapatkan 2 kantong dari penderita Covid-19

Warta.top – Jumlah penderita Covid-19 yang menjadi pendonor plasma darah di Kota Kediri meningkat dua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *