Home / peristiwa / Suami mengaku biaya pengacara Pinangki Rp 74 juta per bulan

Suami mengaku biaya pengacara Pinangki Rp 74 juta per bulan

Warta.top – Suami Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Napitupulu Yogi Yusuf, sama sekali tidak mencurigai kepemilikan uang asing yang disimpan istrinya di brankas. Pernyataan itu ia lontarkan saat menyaksikan sidang kasus suap dan pencucian uang Pinangki di pengadilan korupsi.

Anggota Polsek AKBP ini menuturkan bahwa ia pernah hendak mengambil pakaian dari lemari. Di lemari juga ada brankas Pinangki.

Katanya, saat mengambil baju itu, Pinangki pun membuka brankasnya. Sekilas, kata Yogi, ada tumpukan mata uang asing di brankas.

“Saya melihat isi brankas. Karena brankas itu ditempatkan di lemari. Saya melihatnya karena ingin pakaian saya diambil kembali,” kata Yogi, Senin 16/11.

“Apa yang kamu lihat?” tanya jaksa.

“Ada tumpukan devisa,” jawabnya.

“Kamu punya latar belakang penegakan hukum, apa menurutmu hal semacam ini biasa terjadi? Meski ada lembaga safe deposit, kamu tidak menanyakan itu?” tanya hakim

“Saya tidak berpikir sejauh itu,” katanya.

Dalam persidangan, jaksa juga mempertanyakan pengeluaran bulanan Pinangki yang tidak sebanding dengan penghasilannya.

Pertanyaan JPU terkait biaya hidup bulanan Pinangki diawali dengan foto di laptop Yogi yang ditemukan di tumpukan rak sepatu kardus.

Dalam foto tersebut tertulis bahwa Pinangki dan keluarganya menghabiskan bulan Juli sebesar Rp 74 juta. Jumlah tersebut dinilai tidak wajar jika dibandingkan dengan penghasilan Pinangki dan Yogi.

“Juli kok Pembelanjaan Rp 74juta bisa menutupi uang yang dihabiskan ya?” jaksa bertanya pada Yogi.

“Kalau syuting bulanan, akan seperti ini kalau framing dari awal Pinangki seperti ini dari awal, dari awal saya tahu saya pernah tinggal di Essence Darmawangsa. Kalau saya lihat bulan Juli saya mengerti tapi kalau dilihat ke belakang memang seperti itu “, balas Yogi.

JPU masih belum puas dengan penjelasan Yogi. Memang tercatat, pengeluaran di bulan Juli mencapai 74 juta rupiah, belum termasuk biaya sewa apartemen tempat tinggal Yogi dan Pinangki. Keduanya tinggal terpisah, Yogi tinggal di apartemen Essence Darmawangsa, sedangkan Pinangki tinggal di apartemen Pakubuwono.

“Ini bukan sewa apartemen yang terdaftar. Dari mana penghasilan istri Anda membayar sewa apartemen?” tanya jaksa.

Yogi menjelaskan, pihaknya belum mengetahui secara detail sumber pembayaran biaya bulanan tersebut.

Alasan JPU mempertanyakan sumber dana untuk menutupi kebutuhan bulanan Pinangki dan keluarganya adalah, jika digabungkan, pendapatan Pinangki dan Yogi tidak mencukupi yaitu 78. jutaan rupee.

Menurut informasi Yogi, penghasilan bulanannya sekitar Rp 14 juta, dengan rincian Rp 6-7 juta per bulan sebagai gaji pokok dan tunjangan Rp 7 juta. Sedangkan Pinangki, panggilan Yogi, harganya sekitar Rp 18 juta. Namun, dia mengaku belum mengetahui detail penghasilan istrinya.

Meskipun pengakuan ketidakseimbangan antara biaya dan pendapatan yang berkaitan dengan keuangan. Yogi menuturkan, Pinangki memiliki warisan yang didapat dari suami sebelumnya.

Yogi kemudian mengatakan bahwa ia menganggap gaya hidup Pinangki didukung oleh harta karun tersebut. Berdasarkan hal tersebut, Pinangki dan Yogi mengadakan perjanjian pranikah yang mengklaim untuk memisahkan harta mereka masing-masing.

“Pertunangan kami dimulai dengan perjanjian pranikah yang memisahkan properti saya dari Pinangki. Saya gagal dalam rumah tangga jadi kami berjanji untuk menunjukkan perjanjian pranikah. Mengenai masalah bagaimana kita mengatur rumah tangga kita, anak-anak, kekerasan dalam rumah tangga dan ada juga pemisahan harta benda. milik almarhum mantan suami, ”jelasnya.

Pinangki Sirna Malasari dijerat dengan beberapa pasal yaitu pasal 5 ayat 2 jo pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang penghapusan kejahatan. Korupsi subsider Pasal 11 UU Tipikor.

Pinangki juga dijerat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang dan didakwa melakukan tindak pidana persekongkolan berdasarkan Pasal 15 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a UU tersebut. tentang tindak pidana korupsi anak dalam Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor. [rhm]

.


Source link

Check Also

Pemerintah Daerah Diminta Perhatikan Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka

Warta.top – Psikolog anak Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto meminta pemerintah daerah (pemda) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *