Home / peristiwa / Strategi Gubernur Riau dalam penanganan peningkatan penderita Covid-19

Strategi Gubernur Riau dalam penanganan peningkatan penderita Covid-19

Warta.top – Ruang perawatan dan isolasi pasien positif Covid-19 di RS Arifin Achmad Pekanbaru dan RS lain sudah penuh karena jumlah pasien baru yang terus bertambah. Gubernur Riau Syamsuar telah menyiapkan strategi agar penderita virus corona dapat dirawat dengan baik dan sembuh.

Syamsuar mengatakan, pihaknya menyediakan sejumlah gedung lain, seperti rumah sakit swasta sebagai rujukan, dan Rusunawa Rejosari di kota Pekanbaru.

Rusunawa Rejosari di Tenayan Raya, Kota Pekanbaru akan digunakan Pemprov Riau untuk menempatkan Orang Tanpa Gejala (OTG) positif Covid-19. Bangunannya sendiri berkapasitas 360 orang. Sedangkan saat ini hanya ada 5 pasien yang mengisolasi di dalam gedung tersebut.

“Rusunawa berada di bawah Pemko Pekanbaru dengan kapasitas 360 orang dan tempat tidur. Saat ini Rusunawa sudah ditempati 5 pasien,” kata Syamsuar, Minggu (6/9).

Syamsuar mengatakan gedung tiga lantai itu sangat cocok digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Dikarenakan lokasinya yang cukup jauh dari pemukiman penduduk.

Sebagai penunjang, gedung ini juga dilengkapi dengan pos satpam, pos kesehatan dan Wi-Fi gratis. Bahkan di kamar tidur juga disediakan kasur, dispenser dan kipas angin.

“Rusunawa harus meningkatkan kapasitas penderita OTG Covid-19 di Riau”, harapnya.

Syamsuar juga mengingatkan pasien yang terisolasi untuk berolahraga, istirahat yang cukup, dan rutin minum vitamin.

“Mudah-mudahan tes selanjutnya untuk kelima pasien OTG negatif,” kata Syamsuar.

Syamsuar juga mengimbau warga sekitar untuk tidak terlalu khawatir dengan keberadaan Rusunawa Rejosari yang dijadikan sebagai tempat isolasi bagi penderita Covid-19.

Jadi jangan khawatir dengan warga sekitar, kata Syamsuar didampingi Sekretaris Daerah Riau Yan Prana Jaya dan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Chairul Riski.

Selain Rusunawa, Pemprov Riau juga menyediakan ruang isolasi lagi selain pasien Covid-19. Seperti gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Riau (BPSDM) dan Badan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes).

“Sebenarnya masih banyak tempat isolasi bagi penderita HIV di Riau, hanya saja hari ini kami mengunjungi tiga tempat isolasi tersebut,” kata Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan, pusat pelatihan BPSDM di Provinsi Riau juga menyediakan ruang isolasi dengan kapasitas hingga 100 tempat tidur untuk pasien positif dan Bapelkes Riau dengan kapasitas hingga 70 orang.

“Tujuan kami melakukan review ini agar pasien OTG dan pasien ringan yang positif Covid-19 mendapat perawatan intensif,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad Riau, Dr Nuzelly Husnedi mengatakan untuk menampung pasien Covid-19 mereka akan dirujuk ke sejumlah rumah sakit swasta di Pekanbaru.

“Ruang isolasi rumah sakit penuh. Pasien HIV positif lainnya ditempatkan di rumah sakit rujukan yang telah bekerjasama dengan Pemprov Riau,” ujarnya.

Menurut Nuzelly, untuk menampung pasien Covid-19, ada 66 ruang isolasi yang disediakan RSUD. Namun, dengan semakin banyaknya kasus Covid-19, ruang perawatan isolasi pun penuh.

Ruang isolasi hanya mampu menampung 66 orang, ternyata pasien positif tersebar di sejumlah daerah, dan pengobatan juga dilakukan di rumah sakit masing-masing. Termasuk RS swasta Riau juga menerima pasien positif. “kata Nuzelly.

Dinkes Provinsi Riau menjelaskan, ada 176 tambahan kasus baru. Kasus tersebut tersebar di 7 wilayah.

Sebagian besar kasus baru muncul di kota Pekanbaru, mempengaruhi 69 orang. Kemudian Kabupaten Dumai 47 orang, Pelalawan 24 orang, Kampar 12 orang, Bengkalis dan Siak masing-masing 11 orang, Rokan Hilir 1 orang.

Sedangkan ada 1 pasien dari luar Riau yang juga dipastikan positif Covid-19 dan dirawat di Pekanbaru.

“Dengan tambahan ini maka total kasus Covid-19 di Riau menjadi 2.442,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Dari jumlah tersebut, 680 pasien saat ini dalam isolasi independen, 496 dirawat di rumah sakit, 1.224 sembuh dan 42 meninggal.

Sedangkan untuk tersangka yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 7.728 orang, isolasi rumah sakit sebanyak 109 orang. Setelah mengisolasi 10.906 orang, 53 orang meninggal. Dengan demikian, total tersangka berjumlah 18.796 orang. [lia]

.


Source link

Check Also

Kakak dan adik diserang oleh buaya muara untuk mencari kerang

Warta.top – Kakak beradik dari Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *