Home / peristiwa / Setelah 2 hari mogok, puluhan pengemudi truk sampah Jember kembali bekerja

Setelah 2 hari mogok, puluhan pengemudi truk sampah Jember kembali bekerja

Warta.top – Setelah dua hari aksi mogok, puluhan pengemudi truk sampah Kabupaten Jember akhirnya memutuskan kembali bekerja pada Rabu (6/1). Keputusan untuk menghentikan aksi mogok ini didasari banyaknya keluhan warga Jember setelah dua hari terakhir ini, sampah menumpuk di berbagai wilayah kota.

“Kami juga bagian dari masyarakat. Kami mendapat keluhan dari pengangkut gerobak dorong bahwa truk kami tidak mengangkut tumpukan sampah ke TPA (tempat pembuangan akhir),” kata salah satu pengemudi. transportasi sampah, Turjiono.

Sebelumnya, Senin (4/1), puluhan pengemudi truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember melakukan aksi mogok dan memarkir kendaraannya di depan kantor Bupati Jember dan kediaman dinas. Mereka menjadikan aksi tersebut sebagai bentuk protes karena tidak ada kejelasan perihal penggantian uang solar untuk operasional mereka. Akibatnya, para pengemudi truk sampah harus merogoh kocek pribadinya untuk mengoperasikan truk sampah.

Ironisnya, uang solar untuk mendanai pengoperasian truk sampah kali ini berasal dari hasil kerja sama (kompilasi) pemulung dengan menggunakan troli.

Karena mereka (para pemungut gerobak) mengeluhkan sampah yang busuk selama dua hari terakhir. Apalagi sekarang sudah musim hujan, ”lanjut Turjiono.

Sopir truk sampah tersebut menuturkan, dirinya tidak memaksa pemulung untuk membayar pembelian solar untuk mengoperasikan truk pengangkut sampah. “Bersikaplah tulus. Kami tidak mendukung. Kami hanya perlu BBM tentu saja, ”lanjut Turjiono.

Sejauh ini belum ada uang sepeser pun dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk menggantikan pengoperasian truk sampah. Namun ada sumbangan pribadi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember, Arismaya Parahita. Dari total 32 truk pengangkut sampah yang beroperasi di Jember, 15 di antaranya mendapat bantuan dari kantong pribadi Arismaya.

“Setiap pengemudi menerima 100.000 rupee tadi malam dari kepala departemen,” kata Turjiono.

Aksi bersama para pemulung untuk membeli solar untuk truk pengangkut sampah akan berlangsung selama dua hari. Turjiono belum memastikan, jika setelah dua hari tidak ada tanggapan dari pemerintah Kabupaten Jember, apakah akan terus mogok atau tidak.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLH Jember Arismaya Parahita membenarkan ada sumbangan pribadi dari dirinya dan pemulung. “Ini wujud kepedulian bersama kita untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Saya juga keluar dari kantong pribadi. Ya, semoga ada solusi dari anggaran solar ini,” ujarnya. Kata Arismaya.

Dalam sehari, produksi sampah di Jember mencapai 70 ton. “Hanya di pusat kota, bukan di pelosok desa,” kata Arismaya.

Minimnya anggaran untuk pengoperasian truk sampah ini terjadi karena mulai tahun 2021 Jember belum memiliki APBD. Memang, Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tentang APBD 2021 yang disusun secara sepihak dan diajukan oleh Bupati Jember Dr Faida ditolak oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah. Penolakan tersebut diumumkan pada 30 Desember 2020.

Arismaya mengaku bisa memahami penolakan gubernur. Memang, banyak kantor daerah APBD 2021 yang diajukan Bupati Faida melanggar aturan. APBD melalui Perkada hanya bisa berjalan rutin dan mengikuti pesan. “Ya ditolak karena APBD itu rasa Perda,” kata Arismaya.

APBD Juni 2021 kembali diajukan secara sepihak oleh Bupati melalui payung hukum Perkada karena macetnya pembahasan di DPRD Jember. Menurut aturan, APBD harus dibahas dengan DPRD melalui payung hukum Peraturan Daerah (Perda). Ini adalah kali kedua Jember menggunakan APBD kabupaten yang secara sepihak disiapkan oleh Bupati. Sebelumnya, pada tahun 2020 Jember juga menggunakan payung hukum Perkada untuk APBD. Akibatnya Bupati Jember Dr Faida dijatuhi sanksi tidak menerima gaji dan semua tunjangan selama 6 bulan, karena dianggap menghalangi pembahasan APBD dengan DPRD. Sanksi itu dijatuhkan Gubernur Khofifah atas dasar pemeriksaan khusus.

Bupati Faida akan berakhir masa jabatannya pada awal Februari 2021. Ia gagal melanjutkan masa jabatannya yang kedua, setelah kalah dalam Pilkada serentak pada 9 Desember 2020. [cob]

.


Source link

Check Also

Pengurus Dukcapil segera melengkapi seluruh dokumen untuk 24 korban Sriwijaya SJ182

Warta.top – Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri mengidentifikasi 24 jenazah korban kecelakaan Sriwijaya Air …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *