Home / peristiwa / Sekelompok pemain palsu dalam pesanan makanan fiktif di Depok ditangkap oleh polisi

Sekelompok pemain palsu dalam pesanan makanan fiktif di Depok ditangkap oleh polisi

Warta.top – Polisi Depok mengungkap kasus kejahatan digital yang melibatkan tujuh pelaku. Komplotan ini bekerja bersama untuk menempatkan pesanan fiktif melalui aplikasi GoFood.

"Para pelaku telah sengaja melakukan penipuan dan perusakan atau perubahan dalam penghapusan informasi atau dokumen elektronik," kata kepala polisi Depok Aziz Andriansyah, Rabu.

Dia juga menghargai kinerja sistem dan teknologi Go-Jek dalam deteksi kejahatan di era digital. Dengan sistem dan teknologi yang dimiliki Go-Jek, pihaknya dapat menemukan kasus tersebut.

"Kami mengintensifkan kolaborasi kami dengan Go-Jek lagi, tidak hanya berkaitan dengan keamanan aplikasi atau layanan dalam aplikasi Go-Jek, tetapi polisi nasional sendiri juga dapat menggunakan aplikasi dan teknologi Go-Jek membantu melindungi Kamtibmas di wilayah Depok, "katanya.

Kepala polisi menyatakan bahwa ketujuh orang itu memiliki peran masing-masing. Pelakunya bernama Pak Man telah ditugaskan sebagai penjual sate di daerah Depok. Dua lainnya bertindak sebagai driver mitra, dua lainnya bertindak sebagai pelanggan (pembeli) dan dua lainnya menjadi kasir. Uang penipuan dibagi sesuai dengan perannya.

"Pada awal distribusi (produk penipuan) adalah 40% untuk pedagang dan sisanya dibagi. Pada saatnya, itu naik menjadi 50:50", jelasnya.

1 dari 1 halaman

Terdeteksi oleh sistem Go-Jek

Go-Jek, yang melihat bukti transaksi penipuan oleh para pelaku, kemudian memberi tahu polisi Depok. Unit aksi di lapangan, Sat Reskrim Satkrim Reskrim Depok Depok, langsung bereaksi terhadap laporan tersebut. "Ada penulis yang sudah kamiamankan di lokasi, ada yang di luar kota," katanya.

Para pelaku bertanggung jawab atas beberapa pasal, yaitu Pasal 378 KUHP, yang mengancam akan memenjarakan empat tahun dan Pasal 35 UU No. 19/2016 tentang hukum pidana. ITE, mengancam dua belas tahun penjara.

Alvita Chen, kepala urusan umum di Go-Jek, yang juga membantu pengungkapan tersangka di Kompleks Kepolisian Depok, mengatakan Go-Jek menghargai ketersediaan kepala polisi Depok dan stafnya. Ia harus segera dirawat secara hukum.

"Go-Jek melakukan ini dengan cepat, tidak hanya secara sistemik, tetapi langsung pergi ke lapangan berkoordinasi dengan polisi," katanya.

Dia telah secara aktif mencegah, memantau dan melaporkan ke polisi semua tindakan penipuan. Ini untuk menjaga kesejahteraan para mitra dan kenyamanan pengguna. "Mitra miskin lainnya, baik pedagang GoFood dan konsumen konsumen yang benar-benar perlu menjadi korban dari tindakan mereka," jelasnya.

Dia menyatakan bahwa keberadaan Go-Jek dimaksudkan untuk membantu mitra mencari nafkah. Menurutnya, aksi tersangka di Depok merupakan bentuk penyalahgunaan sistem dan teknologi yang merugikan banyak pihak.

"Bukan sistem yang salah, tetapi ini adalah elemen yang telah bergabung dengan Go-Jek dengan niat jahat sejak awal," pungkasnya.

(Prom)

(tagsToTranslate) Penipuan (t) Go Jek Indonesia (t) GO Jek (t) Depok


Source link

Check Also

Komisi X DPR memberikan banyak "pekerjaan rumah" kepada Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo Warta.top – Seorang anggota Komisi X DPR memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *