Home / peristiwa / Saksi menyebut menantu Nurhadi hidup mewah dan berjualan rumah fiktif

Saksi menyebut menantu Nurhadi hidup mewah dan berjualan rumah fiktif

Warta.top – Rahmat Santoso dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dua terdakwa, yakni mantan sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyanto. Keduanya dituding menerima suap senilai Rp 45.726 miliar dari PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) 2014-2016 President and CEO Hendra Soenjoto dan tips senilai Rp 37.287 Miliar dari beberapa pihak selama periode 2014-2017.

Dalam keterangannya, Rahmat mengatakan bahwa Rezky Herbianto, sebagai menantu mantan sekretaris MA Nurhadi, memiliki gaya hidup mewah dan menjual rumah fiktif.

“Sebelum menikah dia sudah punya Ferrari, dia beli Ferrari, ada Mercy, atau hanya saja saya tidak terlalu mengikutinya, hanya beberapa teman yang mengatakan dia pernah menyewa Ferrari,” ucapnya. Saksi Rahmat Santoso kepada Pengadilan Kriminal. Korupsi (Tipikor) Jakarta. Demikian dikutip Antara, Rabu (18/11).

Rahmat adalah adik ipar Nurhadi dan adik dari istri Nurhadi, Tin Zuraida. Rezky diketahui menikah dengan Rizki Aulia Rahmi, putra Nurhadi dan Tin Zuraida.

“Saya baca pernyataan Anda di BAP # 24, Anda menjelaskan bahwa selama kuliah Lia (Aulia) tinggal bersama ibu saya yang dipekerjakan oleh Tin Zuraida, dan ibu saya ingin tinggal di sana karena Nurhadi dan Tin. sempat memintanya untuk menemani Lia yang kuliah di Unair, ”ujarnya.

Kendaraan Lamborghini dan Ferrari milik Rezky diparkir di Regency 21 Surabaya.

“Ketika ibu saya bertanya kepada Nurhadi mengapa Rezky memiliki kendaraan tersebut, padahal pekerjaannya tidak jelas dan asal pembeliannya tidak jelas, Nurhadi membela Rezky dengan mengatakan, ‘Rezky adalah seorang pengusaha. sukses dan memiliki bisnis perumahan di Bali dengan nama The Cliff yang belakangan ini fiktif ‘kan? tanya Jaksa KPK Wawan Yunarwanto.

“Iya nanti pas tahu saya tanya mantan anak buah saya yang pernah membantu Nurhadi, yaitu Waskito, ‘Ini Tebingnya gimana ceritanya?’ jawabannya adalah “Tidak, oom”. Saya juga tidak pernah mengecek akomodasinya dan hanya mendapat brosur senilai beberapa miliar, ”kata Rahmat.

Rahmat pun mengetahui bahwa Rezky pernah membuka showroom mobil di Surabaya dan berkantor di Jalan Bawean Surabaya. Bahkan, Rahmat menilai Rezky tidak mampu berfungsi dengan baik.

“Bu Tin pernah meminta untuk mengajari Rezky bekerja di perusahaan outsourcing sekuritas saya, tapi ternyata tidak sesuai harapan karena banyak tagihan yang tertagih,” ujarnya. kata Rahmat.

Akibat tindakan Rezky tersebut, banyak petugas keamanan yang tidak menerima gaji selama 2-3 bulan akibat keterlambatan Rezky dalam menagih pembayaran kepada perusahaan perekrutan personel keamanan.

“Akhirnya Rezky membuka kantornya sendiri di Jalan Bawean. Awalnya dia bilang kantor sudah beli, tapi ternyata belakangan ketahuan rumah itu sudah disewakan setelah ada ibu yang komplain ke saya karena kontrakan belum. sudah dibayar berapa bulan, ”kata Rahmat. [lia]

.


Source link

Check Also

Inilah 6 vaksin Corona Covid-19 yang legal digunakan di Indonesia

Warta.top – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengidentifikasi enam jenis vaksin Corona Covid-19 yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *