Home / peristiwa / Rp 486 juta dari seorang klien mantan pegawai bank di Purwokerto ditangkap polisi

Rp 486 juta dari seorang klien mantan pegawai bank di Purwokerto ditangkap polisi

Warta.top – Petugas Bareskrim Polres Banyumas mengungkap kasus pencurian uang oleh nasabah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Rupiah.

“Anggota kami berhasil menangkap seorang perempuan Yul (44) di Wamena, Papua pada Selasa (10/11). Ia dilaporkan ke Polres Banyumas pada 4 Juni 2020 atas dugaan mencuri uang. kepada klien BTPN Purwokerto, “kata Kapolres Banyumas, Wakil Kapolres Purwokerto. Komisaris polisi Berry, di Purwokerto, Sabtu (14/11) malam.

Ia mengatakan, Yul yang merupakan warga Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, merupakan mantan pegawai BTPN Cabang Purwokerto.

Menurut dia, kasus tersebut terjadi antara Januari 2018 hingga April 2019, saat Yul masih bekerja di bagian pemasaran BTPN cabang Purwokerto. Saat itu, Yul membujuk sejumlah nasabah bank lain untuk mengambil alih BTPN Cabang Purwokerto.

“Menurut laporan, Yul sudah membujuk banyak nasabah bank lain untuk mengambil alih dari BTPN Purwokerto, tapi baru tiga yang dilaporkan,” tambah Kasatreskrim.

Begitu nasabah yakin, kata dia, Yul langsung mengurus persyaratan pengambilalihan bank lain di BTPN Purwokerto. Sejak persyaratan diproses, BTPN Purwokerto juga telah mengeluarkan uang kepada klien baru untuk menutupi pinjaman mereka yang ada dari bank lain.

Setelah nasabah selesai menyetorkan uangnya ke rekening masing-masing di bank lain, Yul menyuruh mereka menarik uang yang sudah masuk ke rekening.

“Yul kemudian meminta agar uang yang telah disetorkan ke rekening nasabah ditarik. Penundaannya sekitar 10 menit setelah uangnya disetorkan,” ujarnya.

Setelah uang berhasil ditarik, katanya, slip setoran klien dan uang diminta oleh Yul dengan alasan setoran tidak mencukupi dan akan diambil alih oleh terlapor ( Yul).

Lebih lanjut, Yul melaporkan kepada BPTN Purwokerto bahwa pinjaman nasabah bank lainnya telah dilunasi yang dibuktikan dengan slip setorannya, namun uang tersebut ditarik kembali oleh terlapor.

Sementara itu, BTPN Purwokerto berkeyakinan nasabah telah selesai mengambil alih dan pinjaman telah dialihkan ke PT Bank BTPN Tbk Cabang Purwokerto, namun ternyata agunannya masih ada di bank lain seperti yang dilaporkan Yul. ‘dia masih dalam proses, jadi dia belum dibebaskan.

“Awalnya nasabah dirugikan karena ternyata masih ada tagihan dari bank lain, jadi harus bayar ke BTPN Purwokerto. Setelah kejadian itu ramai karena nasabah bertanya. di Yul, akhirnya perempuan itu keluar dari pekerjaannya, ”ujarnya.

Akibat kejadian itu, kata dia, BTPN Cabang Purwokerto merugi Rp 486 juta karena membelanjakan uang untuk nasabah yang diambil alih Yul dan harus dilanjutkan. mengambil alih di bank lain karena kesalahan karyawannya.

Oleh karena itu, lanjutnya, BTPN Cabang Purwokerto akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Banyumas pada 4 Juni 2020, yang dilanjutkan dengan penyidikan keberadaan Yul dan penangkapannya. di Wamena Selasa (10/11).

Kami memegang Yul dengan bukti berupa paket Laporan Indikasi Fraud PT Bank BTPN Tbk, Surat Keputusan Nomor 00208 / SK / PKI 2013 tentang Pengangkatan Karyawan PT Bank BTPN Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Perbatasan, Perbatasan Setoran Tunai Bank, Cabang Utama Purwokerto Bukopin, serta bukti setoran dari Bank Syariah Jateng, ”ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini Yul dan barang bukti ditahan di Mapolres Banyumas. Yul akan dijerat pasal 49 ayat 1 huruf c UU No 7/1992 tentang perbankan dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. [gil]

.


Source link

Check Also

Usai memperjuangkan dukungan Paslon, KPU Kabupaten Malaka menunda jadwal kampanye Pilkada

Warta.top – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menunda pelaksanaan kampanye Pasangan Calon …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *