Home / peristiwa / Ridwan Kamil: Manajemen massa tidak bisa menggunakan pendekatan yang represif

Ridwan Kamil: Manajemen massa tidak bisa menggunakan pendekatan yang represif

Warta.top – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menjelaskan, sederet acara ormas Front Pembela Islam (FPI) berlangsung beberapa waktu lalu di Megamendung, Bogor, di Jakarta. Jawa barat. Menurutnya, untuk menegakkan protokol kesehatan, petugas memiliki pertimbangan untuk menertibkan. Bukan asal yang represif.

“Dalam kondisi di lapangan dimana massa sudah masif, para eksekutor di lapangan punya dua pilihan, melakukan persuasi yang humanis atau represif, pilihan di lapangan saat itu adalah karena ketika massa besar ada cenderung berpotensi gesekan, ”ujarnya usai diperiksa Bareskrim Polri, Jumat 20/11. .

Jadi, kata Emil, pilihan Kapolda Jabar saat itu mengambil pendekatan humanis non-represif. Meski hal ini akhirnya mengakibatkan pemecatan sejumlah agen polisi oleh kepala polisi.

“Kalaupun pada akhirnya, pilihan tersebut memiliki konsekuensi bagi institusi kepolisian yang sangat saya hormati,” ujarnya.

Jadi, kata Emil, Pemprov Jabar sudah menerapkan protokol kesehatan yang ada. Namun, menghadapi massa yang besar tidak dapat menggunakan cara-cara yang represif.

“Misalnya seperti demo Omnibus Law. Kalau pakai kategori pelanggaran program kesehatan, protes itu melanggar protokol kesehatan. Tapi pendekatannya tidak bisa dalam keadaan psikologis, padahal kita tahu itu adalah pelanggaran, ”jelasnya.

“Kemudian dilakukan dengan cara yang represif karena terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi diskresi perangkat itu ada, sekarang cukup kronologis,” katanya. [rhm]

.


Source link

Check Also

Suap Bansos Covid-19, KPK Temukan Uang dalam Kardus

Warta.top – Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *