Home / peristiwa / Polisi menyelidiki temuan baru tentang perusahaan yang diduga dibakar oleh pembakar hutan dan tanah di Kalimantan Barat

Polisi menyelidiki temuan baru tentang perusahaan yang diduga dibakar oleh pembakar hutan dan tanah di Kalimantan Barat

Warta.top – Mahyudi Nazriansyah, direktur Komisi Investigasi Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, mengatakan bahwa hanya satu perusahaan yang dituduh melakukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang catatannya mencapai Jaksa Agung (JPU), yaitu PT PSL.

"Empat perusahaan lain sedang menyelesaikan pernyataan ahli mereka, dan mudah-mudahan kami mengirimnya ke kejaksaan pada awal Desember 2019," kata Mahyudi dalam keterangannya, Kamis (28/11).

Sementara itu, katanya, kasus baru telah terungkap dari perusahaan yang diduga terlibat dalam hutan dan membakar lahan di kabupaten Melawi.

"Kepolisian Daerah Kalimantan Barat akan membantu mempercepat prosesnya," katanya.

1 dari 1 halaman

Polisi Selidiki 69 kasus kebakaran hutan dan lahan

Mahyudi mengatakan kepolisian daerah dan tim penegak hukum Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangani 69 kasus. Terdiri dari 63 kasus individu dan 6 perusahaan, dengan total 77 tersangka.

Di antara tersangka karhutla, 35 orang ditangkap. Sementara 42 penulis lainnya belum ditangkap.

"69 kasus, total 15 kasus di fase 1, 4 kasus di P21, 43 kasus di fase II dan satu kasus di PS3.

Reporter: Nanda Perdana Putra (Radius)

Baca juga:
Video petugas pemadam kebakaran Australia menari di bawah hujan di bawah hujan
Walhi menyebutkan bahwa kerugian akibat kebakaran hutan di Jambi mencapai 145 miliar rupee
Sekali lagi, hutan Gunung Mandiri Gunung Flores Timur dibakar
Kebakaran hutan umum di Ponorogo mendekati pemukiman
Intensitas hujan rendah dan tiga titik panas muncul di ibu kota Indonesia yang baru

Kebakaran hutan (t) Polisi Jakarta (t)


Source link

Check Also

Komisi X DPR memberikan banyak "pekerjaan rumah" kepada Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo Warta.top – Seorang anggota Komisi X DPR memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *