Home / peristiwa / Polisi menyebut peristiwa yang dihadiri Raffi Ahmad Cs kurang dari 30 orang

Polisi menyebut peristiwa yang dihadiri Raffi Ahmad Cs kurang dari 30 orang

Warta.top – polisi Selidiki dugaan protokol kesehatan di pesta yang dihadiri artis Raffi Ahmad dan sejumlah selebriti lainnya. Diketahui bahwa pesta tersebut diadakan di rumah pribadi dan bukan di kafe atau restoran serupa.

Kapolres Mampang Prapatan Sujarwo membenarkan adanya lokasi dugaan pelanggaran tata cara sanitasi (prokes) di Jalan Prapanca Dalam No.3, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

“Kami pasti akan melakukan survei dulu, yang beritanya kami cek sekitar pukul 11.30 WIB di beberapa media,” kata Sujarwo di Jakarta, Kamis (14/1).

Sujarwo menjelaskan, tempat yang diyakini sebagai tempat pesta itu adalah milik orang tua dari Sean Gelael yang tersohor.

Namun, ketika kelompoknya mengonfirmasi di lokasi kejadian, relatif sedikit tamu yang diundang ke acara tersebut dan tidak ada barisan mobil yang terlihat.

“Yang pasti di samping polisi Jangan terima notifikasi, jangan berikan izin. Memang hambatannya sulit dideteksi, karena berada di wilayah jajahan, tapi viral news membuka penelitian, ”ujarnya.

Menurut dia, kurang dari 30 tamu yang datang ke acara tersebut. Selain itu, mobil tamu juga diparkir di dalam rumah.

Sebelumnya, Raffi Ahmad merupakan salah satu selebritas yang berkesempatan mendapatkan vaksin Covid-19 pertama bersama Presiden Indonesia Joko Widodo di Istana Kepresidenan.

Kemudian Raffi akan menghadiri pesta. Kehadiran Raffi di sebuah pesta pada Rabu malam itu diketahui lewat postingan Instagram story ke akun @anyageraldine dan akun pribadinya @ raffinagita1717.

Dalam unggahan tersebut, Raffi dipertemukan kembali dengan istrinya Nagita Slavina, Anya Geraldine, Gading Marten, dan Sean Gelael tanpa mengenakan topeng dan tak menjaga jarak.

Jika benar-benar melanggar protokol kesehatan, Raffi terancam pasal 93 undang-undang karantina sanitasi n ° 6/2018.

<< Setiap orang yang tidak mematuhi pelaksanaan karantina kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan / atau menghambat penyelenggaraan karantina kesehatan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keadaan darurat kesehatan masyarakat. dipidana dengan pidana penjara paling lama satu (satu) tahun dan / atau denda paling banyak. 100.000.000 (seratus juta rupiah) Rupiah). Seperti dilansir Antara. [rhm]

.


Source link

Check Also

3 orang ditangkap karena jual beli sepeda motor secara ilegal dengan penghapusan penagih hutang

Warta.top – Polres Cipondoh dan Polda Metro Tangerang mengungkap adanya jual beli sepeda motor ilegal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *