Home / peristiwa / Polisi mengejar tiga tindakan intoleransi di Solo

Polisi mengejar tiga tindakan intoleransi di Solo

Warta.top – Polisi Surakarta masih memburu tiga orang yang diduga dalang kerusuhan di Desa Mertodranan, Kabupaten Pasarkliwon, pada 8 Agustus. Tiga orang berinisial C, R dan A itu kini masuk dalam Daftar Dicari (DPO).

“Tiga orang sudah kami tunjuk sebagai DPO (daftar buronan). Dan kami akan terus memburu mereka dimanapun dan kapanpun mereka berada. Bertanggung jawab atas kejahatan yang mereka lakukan,” kata Kapolsek Surakarta. , AKBP, Ade Safri Simanjuntak saat pendistribusian. masker di Pasar Gede Solo, Kamis (10/9).

“Ketiga orang ini adalah otak yang kami masukkan ke dalam daftar buronan,” jelasnya lagi.

polisi tidak dapat mengungkapkan alamat atau asal ketiga orang tersebut untuk kepentingan proses berburu. Saat ini, tim lapangan masih terus berupaya melacak ketiga orang tersebut.

Ade menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah menetapkan 8 tersangka kasus intoleransi. Berkas 8 orang itu sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Surakarta.

“Kami sudah serahkan 8 tersangka dengan 8 berkas ke Kejaksaan Negeri Surakarta. Sebagai bagian dari penyidikan tahap pertama, berkas sudah diserahkan penyidik,” kata Ade Safri.

Selama ini, lanjut Ade, polisi sudah menangkap 12 orang. Dari jumlah tersebut, baru 8 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, 4 orang lagi telah dibebaskan karena tidak cukup bukti untuk melanjutkan ke tingkat penyidikan. Pihaknya masih menunggu hasil penelitian tahap pertama yang dilakukan Kejari Surakarta.

“Kami masih menunggu. Setelah hasil penggeledahan selesai, tahap kedua akan kami serahkan, baik tersangka maupun barang bukti,” jelasnya.

Mantan Kapolres Karanganyar itu menambahkan, motif kejadian itu adalah intoleransi. Tersangka tidak bisa hidup berdampingan dan harmonis dengan komunitas lain. Padahal, kata dia, negara menjamin kebebasan seluruh warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing.

“Polri sebagai wakil negara wajib hadir, untuk menjamin keselamatan dan keamanan seluruh warga negara yang akan beribadah dan melakukan kegiatan sosial lainnya,” ujarnya. dideklarasikan.

Perusakan pada acara midodareni, kata dia, sudah direncanakan dan disebarluaskan melalui grup WhatsApp. Soal persidangan para tersangka, Ade Safri tak bisa meneruskan. Tergantung keputusan jaksa kabupaten Surakarta. Apakah ada pertimbangan di Semarang atau cukup di Pengadilan Negeri Solo. [eko]

.


Source link

Check Also

Diduga depresi akibat masalah keluarga, remaja Bali gantung diri di pohon

Warta.top – IDG (17), remaja asal Bali ditemukan tergantung di pohon. Rupanya korban nekat beraksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *