Home / peristiwa / Polisi menarik kembali 131 kendaraan di Aceh

Polisi menarik kembali 131 kendaraan di Aceh

Warta.top – Sebanyak 131 kendaraan bermotor, baik mobil penumpang dan angkutan umum, diperintahkan untuk berbalik di perbatasan antara Aceh dan Sumatera Utara. Kebijakan tersebut mengikuti larangan memasuki Aceh pada hari kedua untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Direktur lalu lintas kepolisian daerah Aceh, komisaris utama Pol Dicky Sondani, mengatakan bahwa dari 131 kendaraan bermotor yang telah berbalik, 84 adalah mobil penumpang dan 46 adalah angkutan umum.

“Sementara itu, 267 penumpang berpartisipasi dalam putar balik. Jumlah ini telah berkurang sejak hari pertama ketika larangan masuk di Aceh mencapai 601 orang,” katanya, Jumat (22/5).

Pada hari pertama larangan masuk ke Aceh, 163 kendaraan bermotor diperintahkan untuk berbalik. Terdiri dari 82 mobil penumpang, 77 mobil penumpang dan empat sepeda motor.

Ada empat pintu masuk ke Aceh dari Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.

“Semua penumpang yang ingin memasuki Aceh disemprot dengan desinfektan dan pengontrol suhu tubuh. Penumpang juga ditanya tentang sejarah perjalanan mereka selama seminggu terakhir,” kata Dicky kepada Antara.

Dia mengklaim bahwa semua angkutan umum, penumpang, dan barang, termasuk mobil pribadi, dilarang memasuki wilayah Aceh mulai 21 Mei 2020.

“Pada 21 Mei 2020 pukul 10:00 pagi WIB, semua angkutan umum yang memasuki Aceh akan dikembalikan ke Sumatera Utara untuk mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Menurutnya, kebijakan itu diambil saat pertemuan virtual dengan Menteri Hukum Politik dan Hak Asasi Manusia, Menteri Koordinasi Kelautan, Kelompok Kerja Percepatan Penanggulangan Covid-19. .

Pertemuan memutuskan bahwa program pemerintah untuk melarang pulang ke rumah harus dilaksanakan secara konsisten karena pulang ke rumah akan menghasilkan serangan COVID-19 kedua setelah pasca penempatan.

Sementara angkutan umum antar kabupaten di provinsi Aceh diizinkan beroperasi asalkan pengemudi dan semua penumpang diharuskan memakai topeng. Dan harus memiliki pemeriksaan suhu tubuh di setiap pos pemeriksaan yang berhasil.

“Kebijakan ini diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19 ke Aceh. Apalagi sekarang Aceh bukan zona merah Covid-19. Jika tidak dikendalikan, dikhawatirkan penyebaran Covid-19 di Aceh bahkan tidak lebih penting, “pungkas Dicky. [fik]

.


Source link

Check Also

Pembuat Surat MUI Dengan Hati-Hati Akan Memerangi Ulama Saat Pengujian Cepat Terpolarisasi

Warta.top – Laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) polisi terkait dengan buletin atau tipuan yang terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *