Home / peristiwa / Polisi menangkap dua tersangka pemalsuan surat uji cepat Covid-19 di Bali

Polisi menangkap dua tersangka pemalsuan surat uji cepat Covid-19 di Bali

Warta.top – Dua tersangka pemalsuan surat rapid test Covid-19 di fasilitas kesehatan wilayah Denpasar, Denny Hidayat (24) dan Oki Santoni (23) ditangkap. polisi di Rutan Polres Denpasar Selatan.

“Tindak pidana pemalsuan surat dilakukan dengan menggunakan surat asli tes cepat non-reaktif Fasilitas Medis Quantum, dipindai dan diedit menggunakan nama klien yang diajukan melalui media sosial,” kata ketua Polres Denpasar Selatan, AKP Citra Fatwa Rahmadani, dikutip Antara, Rabu 14/10).

Denny bertugas memberikan hasil rapid test Covid-19 melalui media sosial Facebook dengan harga Rp 50.000. Jika ada yang memesan, maka Denny akan meminta KTP-nya lalu mengirimkannya ke tersangka Oki Santoni.

Oki Santoni bertanggung jawab untuk menulis surat tes cepat Covid-19 untuk klien. Ini dilakukan dengan melakukan pengeditan setelah memindai surat asli melalui aplikasi Photoshop.

“Setelah itu, tersangka Denny Hidayat bertugas mencetak dan bertemu dengan klien. Nanti hasilnya akan dibagikan dan akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Citra.

Kedua tersangka telah beraksi sejak 21 September 2020 dan telah menjual tiga surat. “Surat yang dijual berhasil mendapatkan pesanan ke Pulau Jawa,” ujarnya.

Bagi Denny, selain terlibat kasus pemalsuan rapid test letter, ia juga menjadi tersangka kasus pencurian ponsel di sebuah toko di kawasan Denpasar Selatan.

Denny mencuri pada (7/10) sekitar pukul 07.50 WITA dengan alasan mencetak dokumen. Di sini tersangka melihat sebuah handphone di atas meja dan ketika pegawai tersebut nekat, tersangka langsung mengambil handphone korban dan keluar dari tempat kejadian.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka Denny Hidayat dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dan pasal 263 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat. Sementara itu, tersangka Oki Santoni dijerat pasal 263 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat.

“Pasal 362 KUHP terkait tindak pidana pencurian diancam dengan pidana penjara lima tahun. Selain itu, Pasal 263 ayat (1) KUHP menyangkut tindak pidana pemalsuan surat, dengan ancaman hukuman penjara enam tahun, ”ujarnya. [ray]

.


Source link

Check Also

Pemprov Jabar fokus pada 54 destinasi wisata, 26.700 alat uji cepat didistribusikan

Warta.top – Pemerintah provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten / kota TNI/ Polri melakukan operasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *