Home / peristiwa / Polisi memeriksa narapidana Jombang yang menerima paket sabu yang diselundupkan menjadi kerupuk

Polisi memeriksa narapidana Jombang yang menerima paket sabu yang diselundupkan menjadi kerupuk

Warta.top – Penyelundupan narkotika berupa kristal sabu yang disamarkan sebagai kerupuk terus diteliti. polisi. Seorang tahanan yang diduga sebagai penerima barang ilegal tersebut saat ini menjalani pemeriksaan intensif.

Salah seorang anggota LP Kelas IIB Binaan Jombang yang diwawancarai bernama Nasiril Caki (25). Dia dijatuhi hukuman Blok 28B, yang dijatuhi hukuman 2 tahun penjara karena kasus narkoba. Dia baru saja menjalani hukuman penjara 8 bulan.

“Hari ini kami berkonfrontasi dengan narapidana penjara yang terkait dengan penyelundupan narkoba melalui biskuit. Kami pendalaman agar pelakunya segera terungkap, ”kata Kapolres Mochamad Mukid di Mapolres Jombang, Senin 16/11.

Mukid mengatakan, kasus tersebut tak jauh berbeda dengan penyelundupan Salak yang terungkap Agustus lalu dengan tersangka bernama Vina. Hanya saja bahan yang digunakan kali ini adalah kerupuk.

Berdasarkan hasil peninjauan sementara, Nasiril mengaku memesan obat sabu. Namun, dia belum meraih tangannya, penjaga penjara telah menggagalkan barang ilegal tersebut.

“Dia mengaku telah memerintahkan seseorang keluar penjara. Pembayarannya lewat transfer. Tapi, kami masih harus menggali lebih dalam siapa yang terlibat,” kata mantan polisi Kasatresnarkoba Ngawi itu.

Lalu, berapa kali napi melakukan transaksi? Mukid mengatakan, Nasiril Coki telah bertransaksi barang haram lebih dari satu kali dengan modus yang sama, yakni dengan menggunakan bungkus kerupuk.

“Kelihatannya mungkin hampir sama dengan salak kemarin, meski lebih dari satu kali. Sebelumnya kami juga sudah menggunakan kerupuk. Nanti kami kabari perkembangan selanjutnya, kami masih berkoordinasi dengan otoritas Lapas untuk mencari tahu tentang kasus ini, ”katanya.

Dengan mengungkap kasus tersebut, lanjut Mukid, pihaknya mendapatkan bukti tiga bungkus sabu yang disebut-sebut memiliki berat lebih dari 2 gram. Selain itu, ada juga 5 pil double L.

“Tersangka masih memprofilkan keterlibatan siapa pun. Pokoknya masih kami selidiki kalau ketahuan nanti, nanti saya kabari. Narapidana yang memerintahkan statusnya masih saksi,” katanya. dia menambahkan.

Sebelumnya, pada Rabu 11 November lalu, petugas dari Lapas Jombang mendapatkan paket sembako dan kerupuk yang telah dikirimkan seorang pengunjung. Saat tim pencari mencermati barang-barang yang mereka rawat, orang yang mengirim paket itu tampak terburu-buru dan bergegas keluar dari penjara. Petugas yang mencurigakan tersebut kemudian segera membuka bungkusan kerupuk tersebut.

“Satu per satu pengepresan kerupuk ternyata di dalam kerupuk tersebut terdapat 2 plastik hitam yang ditempatkan di dalam kerupuk yang disatukan kembali. Plastik yang diduga merupakan sejenis bedak. dari sabu kristal, satu plastik mewakili lima pil, “kata Direktur Lapas Jombang Mahendra Sulaksana, Sabtu malam (14/11).

Setelah dilakukan pengecekan barang tersebut, lanjut Mahendra, petugas melihat pengirimnya tidak ada. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Jombang dan menyerahkan barang bukti. [bal]

.


Source link

Check Also

70% orang di Sumatera Selatan akan divaksinasi Covid-19

Warta.top – 5.600.000 orang, atau sekitar 70 persen dari delapan juta orang di Sumatera Selatan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *