Home / peristiwa / Polisi memastikan belati Syekh Ali Jaber tidak menderita penyakit jiwa

Polisi memastikan belati Syekh Ali Jaber tidak menderita penyakit jiwa

Warta.top – polisi Kata tersangka penikaman ulama, Syekh Ali Jaber, Alfin Andrian (24), tidak mengalami gangguan jiwa. Asuransinya didasarkan pada pengakuan tersangka selama pemeriksaan oleh psikiater.

Menurut Kepala Humas Polda Lampung Zahwani Pandra Arsyad, motivasi Alfin Andrian melakukan tindak pidana tersebut adalah karena was-was dengan kejadian tersebut. Selain itu, lanjutnya, kegiatan tersebut berada tidak jauh dari rumahnya sehingga penyampaian pesan Syekh Ali Jaber melalui pengeras suara mengganggu tersangka.

Ia menambahkan, karena merasa ribut ia terdorong oleh hatinya untuk mengambil benda tajam kemudian membidik ke tempat kejadian dan menyerang korban.

“Ada unsur yang membahayakan nyawa korban dan keterangan saksi yang melihat langsung baik yang ada di sekitar tempat itu maupun saksi pendukung lainnya yang kami peroleh,” kata Pandra. di Bandarlampung, Rabu 16/9.

Kata Pandra, sampai sekarang polisi mewawancarai 15 saksi yang terkait dengan pelaku penikaman Syekh Ali Jaber.

“Tadi malam kami juga jadi headline kasus, sejauh ini sudah diperiksa 15 saksi,” kata Pandra.

Dia menjelaskan bahwa saksi telah dihadirkan untuk melengkapi berkas yang ingin segera diserahkan polisi ke kejaksaan.

“Ke-15 saksi yang kami periksa itu adalah orang-orang di tempat kejadian perkara (TKP), tetangga, keluarga tersangka dan saksi ahli, serta saksi yang melihat langsung kejadian tersebut, termasuk perempuan yang diajak berfoto oleh korban dan paman tersangka. ,” dia berkata.

Ia menambahkan, inti dari perkembangan kasus ini adalah Surat Pemberitahuan Inisiasi Penyidikan (SPDP) sudah diterima Kejaksaan di Kota Bandarlampung.

“Kemudian dalam proses penyidikan tindak pidana, penyidik ​​juga berkewajiban memberikan pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) yang diberikan kepada saksi oleh tim penyidik. polisi, “katanya.

Mengenai apakah tersangka diperintahkan oleh kelompok atau kelompok tertentu untuk melakukan tindak pidana, Pandra mengatakan tersangka hanya bertindak sesuai keinginannya.

“Tim kejiwaan sudah berkali-kali menanyakan tersangka dan tidak ada indikasi pelaku serangan pisau ini adalah teroris,” jelasnya.

Menurutnya, polisi melakukan penyidikan ini dengan benar, artinya sinergi para pemangku kepentingan, termasuk satgas seperti Densus dan Pusdokkes serta Bareskrim Polri sehingga pengungkapan kasus ini semakin sempurna, sehingga pengungkapan kasus ini semakin sempurna. file tidak memiliki celah lain.

“Kehadiran tim-tim ini untuk memperkuat lagi dalam membangun artikel, untuk mengetahui apakah masih ada kaitannya dan lain sebagainya, tujuannya seperti itu,” ujarnya. [dea]

.


Source link

Check Also

Kakak dan adik diserang oleh buaya muara untuk mencari kerang

Warta.top – Kakak beradik dari Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *