Home / peristiwa / Polisi melacak pemilik kayu ilegal di Mukomuko Bengkulu

Polisi melacak pemilik kayu ilegal di Mukomuko Bengkulu

Warta.top – polisi Pihak Resort Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu masih menyelidiki pemilik hingga 47 batang kayu ilegal berbentuk balok di kawasan Sungai Tenang, Desa Talang Sepakat, Kecamatan V Koto.

“Pemilik kayu itu belum diketahui dan masih dalam pemeriksaan,” kata Kapolsek Mukomuko AKBP Andy Arisandi, Sabtu (9/1).

Polsek V Koto di Kabupaten Mukomuko memperoleh hingga 47 batang kayu ilegal dalam bentuk kaleng yang diduga hasil illegal logging di hutan produksi terbatas Air M Contino ( HPT).

Kayu yang dimaksud diduga berasal dari kawasan HPT Air Muntungo dengan jenis kayu yang diduga meranti. Andy berkata, pihak berwenang polisi Pemerintah daerah memperoleh puluhan batang kayu meranti dari HPT Air Muntungo di DAS Sungai Tenang, Desa Talang Sepakat, Kecamatan V Koto, dari Polsek V Koto.

Ia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, hingga enam personel Polsek V Koto melakukan kegiatan patroli pencegahan illegal logging di kawasan HPT Air Muntungo di kawasan itu.

Selanjutnya, sejumlah polisi V Koto menemukan dan mengamankan hingga 47 batang kayu meranti kalengan berdiameter 25 x 20 sentimeter dan panjang empat meter.

Seperti diberitakan Antara, Andy menjelaskan, lokasi puluhan kayu bulat itu berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas Air Manjunto atau tepatnya di kawasan Sungai Tenang, Desa Talang Sepakat. Distrik V Koto.

Dia mengatakan polisi V Koto telah memperoleh hingga puluhan batang kayu kaleng dari kawasan hutan ini selama beberapa hari terakhir dan semua kayu diamankan di markas polisi.

“Semua barang bukti kayu tersebut saat ini sedang ‘dimuat’ atau dimuati dengan semua kayu tersebut ke dalam dump truck untuk diangkut dan diamankan ke Mabes Polri Koto V,” pungkasnya. [fik]

.


Source link

Check Also

Dianiaya 7 remaja, remaja asal Deli Serdang yang sedang hamil dan melahirkan

Warta.top – Seorang gadis remaja asal Deli Serdang di Sumatera Utara hamil dan melahirkan setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *