Home / peristiwa / PMI mengimbau warga untuk sembarangan menggunakan masker untuk menghindari penggerebekan petugas

PMI mengimbau warga untuk sembarangan menggunakan masker untuk menghindari penggerebekan petugas

Warta.top – Palang Merah Indonesia (PMI) menyebut masih banyak warga yang tidak memakai masker dengan baik sehingga fungsinya belum maksimal, terutama dalam mencegah penularan COVID-19.

“Fungsi masker untuk meminimalisir penularan virus ini melalui droplet, tapi jika tidak digunakan dengan benar maka potensi penularan akan tetap tinggi,” kata Heru Aryadi, petugas kesehatan dan sosial pusat. dari PMI, melalui webinar online, Sabtu (13/9).

Menurutnya, PMI sedang gencar mengedukasi masyarakat tentang cara penggunaan masker yang tepat untuk meminimalisir penularan COVID-19. “Jangan sampai warga menggunakan masker sembarangan, apalagi untuk menghindari razia aparat,” ucapnya.

Adapun cara pemakaiannya yang berbeda, sebelum memakai masker terlebih dahulu harus mencuci tangan dengan sabun yang tepat, lalu pegang tali dan tarik masker dengan ujung jari sampai masker menutupi hidung, mulut dan dagu dengan sempurna.

Kemudian tekan bagian tepi yang kaku dari masker sesuai lekukan hidung seperti pada masker medis, kemudian jangan pernah menurunkan masker ke dagu karena berpotensi dapat tertular virus, bakteri atau kuman. yang menempel di bagian depan topeng.

Terakhir cara melepasnya adalah dengan memegang tali dan segera melepasnya dan tidak menyentuh bagian depan masker, setelah itu cuci dengan sabun atau bilas tangan dengan hand sanitizer. .

Ia melanjutkan, masker medis hanya bisa digunakan sekali, jika sudah dilepas segera buang atau musnahkan, sedangkan untuk masker. Kain gunakan hanya empat jam, lalu cuci dengan sabun hingga bersih.

Selama ini warga yang memakai masker kain sudah lama menggunakannya, bahkan ada yang berhari-hari atau menunggu ruffles dicuci. Padahal, untuk memaksimalkan fungsi masker, Anda perlu menjaga kebersihan.

“Menggunakan masker harus sempurna karena fungsinya untuk melindungi kita dari penularan COVID-19, jika digunakan dengan cara yang benar risiko penularannya akan semakin rendah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Heru mengatakan penularan COVID-19 justru terjadi di ruang tertutup aerosol, seperti di restoran atau tempat tertutup lainnya, banyak warga yang tidak sadar kalau mereka sedang melepas pakaian. menutupi dan percaya bahwa lawan bicara dan orang di sekitarnya bebas dari COVID-19.

Faktanya, orang tersebut dipastikan positif dan akhirnya terinfeksi. Perlu dicatat bahwa sekitar 80% pasien positif COVID-19 tidak menunjukkan gejala apa pun dan hal ini harus diwaspadai, karena mungkin ada orang di sekitar yang positif tetapi tidak menyadarinya.

Kuncinya, warga perlu menerapkan protokol kesehatan dengan benar, mulai mencari cara menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Terakhir, jangan anggap enteng virus ini, karena ada beberapa kasus orang tanpa gejala dan menganggap diri mereka dalam keadaan sehat tiba-tiba meninggal karena hipoksia bahagia.

Karena COVID-19 juga mengganggu oksigen dalam darah, yang akhirnya secara perlahan mengurangi oksigen hingga kurang dari 80% dan pengidapnya bisa mati mendadak. [ded]

.


Source link

Check Also

Diduga depresi akibat masalah keluarga, remaja Bali gantung diri di pohon

Warta.top – IDG (17), remaja asal Bali ditemukan tergantung di pohon. Rupanya korban nekat beraksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *