Home / peristiwa / Penyisihan Rizieq, saksi memanggil polisi, TNI dan Satpol PP saat acara Maulid

Penyisihan Rizieq, saksi memanggil polisi, TNI dan Satpol PP saat acara Maulid

Warta.top – Tim Jaksa Habib Rizieq Syihab menghadirkan saksi dalam sidang pendahuluan penetapan tersangka Rizieq di pengadilan negeri. Jakarta Selatan, Rabu (6/1). Agenda kali ini adalah penyampaian alat bukti dari Termohon dan Pemohon serta penyerahan dua orang saksi dari pihak Pemohon.

Dalam persidangan, Hakim Tunggal Akhmad Sahyuti menanyakan kepada Saksi Alwi apakah ia hadir pada acara maulid tersebut. Saksi juga mengaku hadir dalam acara tersebut.

Kemudian hakim kembali menanyakan apakah saksi pernah melihat petugas tersebut polisi pada saat kejadian dan berapa banyak petugas yang ada pada saat itu.

“Ketika Anda sampai di sana, lihat apa polisi? Tanya hakim.

“Banyak polisi,” kata Alwi.

“Berapa banyak?” tanya hakim lagi.

“Saya tidak bisa mendefinisikan 100-200 menurut saya,” jawab Alwi.

“Pertunjukan yang membuat polisi tetap aman?” tanya hakim lagi.

“Ada polisi di sana TNI“Ada pasukan paramiliter yang membantu mengamankan acara tersebut,” balas Alwi lagi.

Selain itu, hakim juga menanyakan kepada saksi mengenai orang yang hadir pada saat itu apakah memakai topeng atau menutupi mulut dan hidung atau tidak.

“Menurut saya, mungkin 99% sudah pakai masker,” jawab Alwi.

polisi apakah kamu memakai topeng? Tanya hakim.

“Saya melihat diri saya memakai topeng,” jawab Alwi.

“Prajurit, Satpol PP di sana juga?” tanya hakim.

“Ada Satpol PP,” kata Alwi.

Tak hanya itu, hakim juga menanyakan kepada saksi tempat cuci tangan orang-orang yang hadir dalam acara tersebut.

“Saya lihat di setiap sudut disediakan di sana. Ada tata cara cuci tangan bahkan laskar mengingatkan jemaah untuk menjaga jarak dan membagikan masker,” jawab Ali.

Hakim kembali menanyakan kepada saksi apakah saat itu polisi sudah membubarkan acara maulid atau belum.

“Pernahkan polisi mengesampingkan hari lahir nabi? Misalnya tidak bisakah dibubarkan atau tidak?” Tanya hakim.

“Tidak ada larangan dari pihak aparat keamanan untuk menghentikan acara tersebut,” jawab Alwi.

“Jadi kehadiran polisi aman?” tanya hakim.

“Itu hanya untuk mengamankan dan mengingatkan protokol kesehatan. Tidak ada pembubaran atau pencegahan,” pungkas Alwi. [fik]

.


Source link

Check Also

3 orang ditangkap karena jual beli sepeda motor secara ilegal dengan penghapusan penagih hutang

Warta.top – Polres Cipondoh dan Polda Metro Tangerang mengungkap adanya jual beli sepeda motor ilegal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *