Home / peristiwa / Penulis kasus pelecehan anak di Cianjur divonis rehabilitasi selama 6 bulan

Penulis kasus pelecehan anak di Cianjur divonis rehabilitasi selama 6 bulan

Warta.top – RP (11), pelaku pelecehan seksual di bawah umur korban berinisial RTH (8) divonis hukuman rehabilitasi enam bulan. Putusan tersebut dibacakan majelis hakim pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Cianjur, Jawa Barat.

Nenek korban, Aan (60), membungkuk hormat dan menangis saat menerima putusan tersebut. Dia tidak pernah berhenti berterima kasih kepada polisi karena telah melakukan penyelidikan sepenuhnya.

“Saya juga berterima kasih atas putusan Pengadilan Negeri Cianjur yang harus direhabilitasi selama enam bulan,” kata Aan kepada wartawan di Mapolres Cianjur, Kamis (24/9).

Aan berpesan kepada seluruh keluarga di Indonesia untuk menjaga anak-anaknya agar tidak menjadi korban seperti yang dialami cucu mereka. “Cukup cucu saya yang jadi korban,” katanya sambil menangis.

Berdasarkan surat SK Nomor 1 Pengadilan Negeri Cianjur / Pen.Pid / 2020 / PN Cjr, RP dinyatakan bersalah dan dijatuhkan atau diikutsertakan (dididik ulang) dalam pendidikan, program pembinaan. dan bimbingan dari instansi pemerintah atau lembaga LPKS yang mengelola bidang perlindungan sosial di tingkat pusat. dan wilayah, maksimal enam bulan.

Keputusan tersebut diambil oleh Ketua Pengadilan Negeri Cianjur berdasarkan surat Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Cianjur Nomor B / 01 / IX / RES.1.24 / Reskrim Sabtu / Sabtu tanggal 21 September 2020 perihal permintaan penetapan hasil putusan perlakuan terhadap anak di bawah 12 (dua belas) tahun. kepada penulis RP.

Dalam surat putusan Pengadilan Negeri Cianjur No.1 / Pen.Pid / 2020 / PN Cjr disebutkan bahwa penulis Humas perkara pelecehan seksual terhadap anak akan menjalani rehabilitasi selama 6 bulan. .

Keputusan ini juga menjadi berita acara pengambilan keputusan bagi anak-anak dari hasil keputusan tim penyidik, penyuluh masyarakat dari Bapas Pos Cianjur dan pekerja sosial kesejahteraan anak sejak saat ini. 21 September 2020.

Menelaah surat keputusan Kapolres Cianjur yang ditandatangani penyidik ​​Bapas Cianjur, penyusun Humas menjalani masa pendidikan ulang 6 bulan. sesuai dengan ketentuan Pasal 21 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Republik Indonesia. Penjahat anak.

Aan mengatakan, keluarga korban akan terus mengajukan gugatan baik kerugian materil maupun materil, terkait dampak peristiwa yang merugikan keluarganya ini.

Humas Polres Cianjur, Ipda Ade Novi, membenarkan bahwa surat putusan Pengadilan Negeri Cianjur telah dilimpahkan ke Mabes Polres Cianjur yang dihadiri baik oleh keluarga korban maupun pelaku.

“Pelaku di bawah usia 12 tahun harus menjalani rehabilitasi selama 6 bulan,” kata Ipda Ade Novi.

Apalagi, keluarga pelaku yang keluar dari unit AKP tidak terima dengan hasil putusan tersebut. “Kami tidak mau menandatangani putusan,” RP Ibu usai menyerahkan surat keputusan.

Sebelumnya, RTH sempat diberitakan pernah dilecehkan secara seksual oleh teman bermainnya di Karang Tengah, Cianjur. Sebelum RTH ingin membicarakan kejadian tersebut, orang tua korban menemui psikiater karena melihat tingkah laku anaknya yang aneh. Kecurigaan orang tua korban semakin meningkat usai pemeriksaan kesehatan.

“Dari hasil analisis yang dilakukan oleh psikiater dan didukung oleh pemeriksaan kesehatan, disimpulkan bahwa cucu saya adalah korban amoralitas seksual. Cucu saya mengaku menjadi korban dari temannya sendiri yang merupakan tetangga dekat berinisial RP yang masih duduk di bangku kelas 5 SD, ”kata Aan, Minggu (13/9).

Tak terima dengan kejadian yang dialami anaknya, orang tua korban mengajak orang tua pelaku untuk berdiskusi dengan mediasi tokoh masyarakat dan polisi. Karena kasus ini dipandang sebagai aib keluarga, maka kedua belah pihak sepakat bahwa kasus ini tidak boleh dibawa ke ranah hukum dengan sejumlah syarat.

Syaratnya, orang tua pelaku harus mengakui kesalahan anaknya dan meminta maaf kepada keluarga dan komunitas korban. Keluarga korban juga harus menanggung biaya pengobatan korban. Syarat terakhir, kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang kasus dengan memodifikasi atau membahas kembali kasus tersebut.

“Syarat terakhir, jika ada yang melanggarnya siap untuk dilaporkan ke pihak berwajib,” kata Aan.

Aan mengatakan kesepakatan itu hanya berlangsung beberapa hari. Ibu pelaku bahkan memposting foto dan tulisan ke grup warga WhatsApp yang mengangkat kasus tersebut. [cob]

.


Source link

Check Also

Menaker Ida Fauziyah: UMP tahun 2021 sama dengan tahun 2020

Warta.top – Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah, menetapkan upah minimum tahun 2021 sama seperti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *