Home / peristiwa / Pemprov NTT Minta DPR Baleg Kaji Ulang RUU Larangan Alkohol

Pemprov NTT Minta DPR Baleg Kaji Ulang RUU Larangan Alkohol

Warta.top – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak agar pidato pengesahan undang-undang larangan minuman beralkohol dipertimbangkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Alasannya, hal itu akan mematikan ekonomi pengrajin dan sosial budaya masyarakat provinsi pulau tersebut.

Kepala Biro Humas Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius A Jelamu mengatakan, minuman beralkohol tradisional NTT seperti Sopi merupakan salah satu komoditas ekonomi, sosial dan budaya.

“Sehingga jika dilarang, otomatis akan mematikan perekonomian para pengrajin dan merusak budaya masyarakat NTT yang sudah turun temurun dalam adat istiadat,” ujarnya seperti dikutip Antara, Sabtu 14/11. .

Tidak hanya itu, bagi masyarakat Indonesia bagian timur, khususnya di NTT, hingga saat ini minuman beralkohol tradisional digunakan sebagai pendapatan untuk peningkatan ekonomi. Dari hasil penjualan alkohol, para orang tua atau pengrajin alkohol membiayai sekolah anak-anaknya hingga kuliah hingga mereka mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Yang pasti pemerintah NTT menolak. Karena itu perlu dipertimbangkan kembali. Jangan samakan budaya pulau Jawa dengan Indonesia bagian timur, karena pasti banyak perbedaannya,” katanya. apakah dia menyatakan.

Menurut Marius, pihaknya belum melarang adanya undang-undang yang menghukum para pemabuk, terutama mereka yang melakukan kerusuhan karena mabuk-mabukan.

“Tapi jika penjualan minuman beralkohol dilarang, apakah pemerintah siap membiayai pendidikan anak-anak dari sekolah hingga perguruan tinggi? Kemudian menghilangkan biaya kesehatan dan memperbaiki infrastruktur masyarakat tradisional. sopi, jenis alkohol artisanal, ”jelasnya.

Dia yakin peminum alkohol di kawasan timur Indonesia, khususnya NTT, pasti akan menolak RUU tersebut, apalagi sampai disahkan.

Hal senada ditanggapi produsen minuman beralkohol asal Kabupaten Timor Tengah Utara, produsen minuman beralkohol kawakan asal Sopi, Felix Nesi.

“Bagi masyarakat Timor, meminum minuman beralkohol bukan hanya sekedar bersenang-senang dan mabuk-mabukan, tetapi lebih dari itu memiliki arti tersendiri yaitu silaturahim dan pada saat upacara adat,” ujarnya. dia menyatakan.

Menurut Felix, minuman beralkohol telah menjadi kearifan lokal tersendiri dan menyambut baik pelanggan yang datang ke suatu daerah. Karena itu, dia berharap RUU larangan minuman beralkohol perlu ditinjau kembali. [fik]

.


Source link

Check Also

LIPI mengungkap 4 alasan konflik di Papua tak kunjung usai

Warta.top – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rosita Dewi mengatakan, pemerintah gagal mencari akar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *