Home / peristiwa / Pemprov DKI memperketat PSBB, migran Wonogiri memilih pulang kampung

Pemprov DKI memperketat PSBB, migran Wonogiri memilih pulang kampung

Warta.top – Pemerintah Provinsi DKI (Pemprov) Jakarta Penegakan Batasan Sosial Skala Besar (PSBB), mulai Senin, 14 September 2020 kemarin. Kebijakan ini tentunya berimplikasi pada berbagai sektor.

Beberapa imigran yang memperoleh kekayaan di ibu kota harus kembali ke kampung halaman mereka. Seperti yang dilakukan oleh peran tahu Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Mereka memilih kembali ke kampung halaman karena di Jakarta sudah tidak ada lagi pekerjaan.

PSBB Pembatasan sosial skala besar, mulai 14 September.

Kondisi ini terpantau di terminal tipe A Giri Adipura Wonogiri, Jawa Tengah beberapa hari ini. Pengelola terminal terbesar di Wonogiri mencatat ribuan pendatang berdatangan. Mereka tiba di terminal itu sejak Sabtu (13/9).

“Berdasarkan data kami, ada arus masuk pemudik dari Jabodetabek yang turun di terminal tipe A Giri Adipura Wonogiri sejak Sabtu lalu,” kata Manajer Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri Agus Hasto. , Selasa (15/9).

Menurut Agus, peningkatan jumlah penumpang tersebut terjadi setelah Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan PSBB. Berdasarkan data agen terminal, 2.286 pemudik tiba di Wonogiri pada Minggu.

“Senin kemarin ada 1.422 pemudik,” jelasnya.

Sebagian besar warga Wonogiri yang pulang, kata dia, bekerja di berbagai sektor. Diantaranya adalah pedagang makanan, pekerja konstruksi dan lain-lain. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan yaitu Selogiri, Ngadirejo, Wonogiri Kota, Batu dan lain-lain.

“Protokol kesehatan di terminal terus kita penegakan. Pendataan warga Jakarta yang kembali diserahkan ke masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menambahkan, pihaknya tak mau ketinggalan dengan banyaknya masyarakat yang datang dari Jakarta. Pemerintah kabupaten juga mengeluarkan surat edaran antisipasi kedatangan pemudik agar kasus Covid-19 tidak bertambah.

“Saya minta camat meningkatkan sinergi dan mengoptimalkan peran ketua RT, RW, dan Lurah untuk pencegahan Covid-19”, pungkas pria yang akrab disapa Jekek ini. . [rhm]

.


Source link

Check Also

Corona memisahkan perawat Ulfa dari keluarganya

Warta.top – Tak kurang dari 85 perawat di Indonesia tewas akibat Covid-19. Salah satunya, Rasyidah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *