Home / peristiwa / Pemprov Bali Akan Melaporkan Kasus Orang Asing ke Konsulat Jenderal

Pemprov Bali Akan Melaporkan Kasus Orang Asing ke Konsulat Jenderal

Warta.top – Dinas Pariwisata Bali menanggapi warga negara asing (WNA) yang masih berubah-ubah yang tidak menghormati protokol kesehatan seperti tidak memakai masker. Pemerintah provinsi (Pemprov) akan mengirimkan surat kepada Konsulat Jenderal (Konjen) untuk mengingatkan warganya yang tidak patuh.

“Kalau di wilayah kepolisian ada di Satpol PP. Saya kira teman saya dari Satpol PP sudah pindah. Jadi, sekretaris kantor wilayah juga akan menyurati konsul jenderal untuk mengingatkan warganya dan ada saran dari Kapolri agar segera kami tindaklanjuti. juga menginformasikannya, ”kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, saat dihubungi, Jumat (8/1).

“Sebelum pimpinan, kami coba ajukan konsep dulu. Kalau dia (Sekda Bali) setuju dengan konsep saya,” tambahnya.

Dia juga mengatakan orang asing di Bali harus mematuhi peraturan setempat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Ada peraturan di Pergub 46 dan ada juga peraturan perundang-undangan di tingkat nasional. Siapapun yang tinggal di sini harus berkewajiban dan disiplin menerapkan protokol sanitasi,” ujarnya.

“Malah di bawah arahan gubernur, kalau perlu jangan memberikan jasanya kalau tidak pakai topeng. Misalnya saat belanja, jangan dandan kalau ada orang asing yang tidak ada. tidak sesuai (sanitary protocol), ”kata Astawa.

Selain itu, Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi menegaskan akan mengenakan denda kepada WNA yang melanggarnya.

“Kalau didenda, mereka bayar. Tidak mudah mendisiplinkan orang asing. Karena sudah disiplin, mereka mengadu ke Kementerian Luar Negeri dan konsul. Namun, harus didisiplinkan.” mematuhi hukum yang berlaku, di mana mereka tinggal atau beroperasi, ”katanya.

Ia juga menyebut banyak WNA melanggar tata tertib kesehatan di kawasan Canggu dan Berawa di Kabupaten Badung, Bali. Karena mereka banyak beraktivitas di restoran, cafe, bar dan tidak menggunakan masker.

“Ya tentu kalau orang minum, makan tanpa memakai masker dikecualikan. Kadang difoto, diunggah ke jejaring sosial sampai viral. Kita cek, memang kondisinya makan. Tetapi jika Anda makan, Anda mengikuti aturan protokol kesehatan dalam arti menguranginya – kapasitas yang seharusnya, “katanya.

Ia juga mengatakan banyak orang asing ditemukan melanggar jalan, mengemudi tanpa memakai masker.

“Mereka (diperkosa) di jalan tidak memakai topeng. Jadi, dalam kegiatan keadilan bersama, mereka ditangkap tanpa topeng, ya kami kenakan denda. Hampir 80% (Satpol PP) Badung mengenakan denda kepada WNA yang melanggar denda ”. Kata Darmadi. [cob]

.


Source link

Check Also

Dianiaya 7 remaja, remaja asal Deli Serdang yang sedang hamil dan melahirkan

Warta.top – Seorang gadis remaja asal Deli Serdang di Sumatera Utara hamil dan melahirkan setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *