Home / peristiwa / Pemerintah Kota Pekanbaru akan memaksa penjemputan OTG

Pemerintah Kota Pekanbaru akan memaksa penjemputan OTG

Warta.top – Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan untuk tidak memperluas Pembatasan Sosial Skala Kecil (PSBM) di empat kecamatan. The New Life Behavior (PHB) merupakan salah satu opsi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Pekanbaru.

Plt Sekretaris Daerah Pekanbaru Muhammad Jamil mengatakan penghentian PSBM Pekanbaru didasarkan pada rapat penilaian bersama dengan satuan tugas Covid-19 dan forum komunikasi pimpinan daerah.

Dengan demikian, pemberlakuan jam malam dan pemblokiran jalan di Kabupaten Tampan, Payung Sekaki, Bukit Raya dan Marpoyan Damai tidak lagi diberlakukan. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan.

Untuk memantau aktivitas warga di empat kecamatan tersebut, Satgas Covid-19 Pekanbaru terus melakukan patroli sepanjang waktu. Warga yang masih keras kepala tidak memakai masker di luar rumah dan tidak menjaga jarak serta masih terus dikejar.

“Mulai Senin depan tidak ada lagi pemblokiran jalan,” kata Jamil.

Jamil menjelaskan, keempat kecamatan itu menjadi fokus perhatian karena semakin banyaknya kasus Covid-19 yang tersebar di Pekanbaru. Patroli protokol kesehatan semakin diintensifkan sehingga kawasan tersebut tidak lagi menjadi zona merah.

Payung hukum PHB adalah Peraturan Walikota nomor 130 tahun 2020, akan ada penuntutan bagi yang melanggar protokol kesehatan, kata Jamil.

Sebaliknya, penerapan PSBM di Pekanbaru dinilai belum efektif menekan angka penyebaran Covid-19 di empat kabupaten tersebut. Dalam penilaiannya, Pemko Pekanbaru menilai sulitnya mengisolasi orang bebas gejala (OTG) di fasilitas pemerintah.

Hal tersebut membuat warga dipastikan telah menjalani isolasi mandiri di Covid-19 hingga menulari anggota keluarga lainnya. Selain PHB, Pemkot Pekanbaru akan menerapkan OTG Perwako sebagai dasar tindakan tim medis.

Menurut Jamil, ada sanksi bagi warga karena tidak memimpin OTG. Salah satunya, tim medis di Puskesmas berhak memaksa atau menjemput OTG untuk menjalani isolasi di fasilitas pemerintah.

“Pemko Pekanbaru akan bekerja sama dengan polisi,” kata Jamil.

Jamil menjelaskan, Perwako ini tidak menutup kemungkinan adanya isolasi mandiri di rumah. Namun, tim medis harus menilai apakah rumah tersebut sesuai agar tidak menulari anggota keluarga lainnya.

Misalnya anak di rumah tidak banyak, harus ada WC di dalam kamar dan tidak keluar dari kamar. Kalau tidak diisi, mereka akan pulih dengan kekuatan. ketertiban, ”pungkasnya.

Wartawan: Alhamdulillah
Sumber: Liputan6.com [fik]

.


Source link

Check Also

Menaker Ida Fauziyah: UMP tahun 2021 sama dengan tahun 2020

Warta.top – Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah, menetapkan upah minimum tahun 2021 sama seperti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *