Home / peristiwa / Pembunuh yang mayatnya dibuang di lapangan Kentungan, Sleman, ditangkap polisi

Pembunuh yang mayatnya dibuang di lapangan Kentungan, Sleman, ditangkap polisi

Warta.top – polisi menangkap pelaku pembunuhan seorang pria yang ditemukan berlumuran luka di Lapangan Kentungan, Sleman. Jenazah pria yang diketahui berinisial FA itu ditemukan warga, Senin (11/9).

Kapolres Depok Timur Kompol Suhadi mengatakan:polisimenangkap pengarang berinisial FEY alias Embit (27). Selain itu, polisi masih mengadili pelaku lain yakni ASP alias Bowo (18).

Suhadi menjelaskan, pembunuhan FA bermula dari kesalahpahaman dengan ASP. Saat itu, ASP meminta FA membeli sabit dari sebuah kos di Jombor, Sleman. Pada saat itu, FA dan istrinya menipu ASP untuk membeli sabit.

Saat tiba di vendor Clurit, ASP bertengkar karena item yang diinginkannya tidak tersedia. Dalam argumen ini, ASP merasa korban AF tidak membantunya.

Kemudian ASP mengadu ke tersangka FEY. Mendapat pengaduan dari ASP, FEY pun menelpon korban AF di rumahnya.

Suhadi mengatakan korban AF juga datang ke FEY. Sesampainya di FEY, korban AF dipukul. Korban, kata Suhadi, dipukul dengan helm dan kaleng cat 5kg. Korban juga meninggal akibat penganiayaan oleh FEY dan ASP.

Suhadi menjelaskan, kedua tersangka berusaha membangunkan korban dengan cara disiram air. Namun, korban yang meninggal tak kunjung bangun.

“Korban meninggal karena pendarahan otak. Terjadi banyak pendarahan di kepala. Salah satu tersangka berinisiatif untuk menyingkirkan korban, kemudian tersangka ASP kabur dan kabur. ambil motor korban, ”kata Suhadi.

Suhadi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku membunuh korban dengan motif luka-luka. Suhadi mengatakan, polisi menganggap tindakan penulis itu termasuk pembunuhan berencana.

“Ponsel itu cedera karena saat bertengkar dengan pemilik dana pensiun, korban tidak menolong tersangka. Bisa dikatakan pembunuhan berencana,” kata Suhadi.

Suhadi menambahkan, pihaknya telah mendapatkan sejumlah alat bukti. Diantaranya, 1 helm, 1 pot cat 5 kg, 1 selimut bekas penutup badan, celana dan jaket korban.

“Kami menangkap tersangka dengan pasal 338 KUHP, 170 KUHP ayat 1 dan ayat 2, 365 KUHP ayat 1 dan 365 KUHP ayat 3. Hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Suhadi. [gil]

.


Source link

Check Also

Usai memperjuangkan dukungan Paslon, KPU Kabupaten Malaka menunda jadwal kampanye Pilkada

Warta.top – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menunda pelaksanaan kampanye Pasangan Calon …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *