Home / peristiwa / Pembelajaran tatap muka dimulai, sejumlah sekolah di Padang masih memilih secara online

Pembelajaran tatap muka dimulai, sejumlah sekolah di Padang masih memilih secara online

Warta.top – Sejumlah sekolah swasta di Kota Padang memilih menunda pembelajaran tatap muka yang dimulai hari ini, Senin (4/1) serentak di Kota Padang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan beberapa sekolah swasta di Kota Padang masih akan belajar dari rumah.

“Sejumlah sekolah ingin terus belajar dari rumah. Karena kami punya pilihan untuk sekolah-sekolah itu, dan itu tergantung kesiapan sekolah,” kata Habibul kepada Warta.top di Padang, Senin. (4/1).

Sekolah yang memulai pembelajaran tatap muka mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Sebabnya sendiri, akibat penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang dinilai selalu terkendala oleh pengelola sekolah.

Ia mengatakan, izin orang tua juga merupakan salah satu faktor terpenting bagi sekolah dalam menentukan sistem pembelajaran siswa. “Karena tanpa izin dari semua orang tua siswa di sekolah, tidak mungkin sekolah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka,” kata Habibul.

Ia menjelaskan, saat ini Kota Padang merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat yang dipilih untuk memulai pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Jumlah sekolah yang memulai pembelajaran tatap muka adalah 1.275 sekolah, yang terdiri dari 477 sekolah dasar, 98 sekolah menengah atas dan 700 sekolah taman kanak-kanak dan PAUD.

Sementara itu, dalam pemantauan protokol kesehatan, Satpol PP Padang dilibatkan dalam memulai pembelajaran tatap muka. Sejauh ini, Satpol PP telah mengerahkan stafnya untuk memastikan setiap sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

“Kami melakukan pengawasan dan patroli, agar protokol kesehatan diterapkan di sekolah-sekolah tersebut. Petugas Satpol PP bertugas mengawasi secara ketat kepatuhan tata tertib kesehatan bagi sekolah yang sudah memulai pembelajaran tatap muka, ”kata Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi. .

Dia menegaskan, jika ditemukan pelanggaran protokol kesehatan, peringatan akan diberikan kepada siswa dan sekolah terkait.

“Secara langsung mengawasi atau menegur dan juga memberikan arahan kepada anak sekolah atau pejabat sekolah yang melanggarnya. Jadi jika ada pelanggaran, pihak sekolah akan menelpon dan menanganinya.” Alfiadi menegaskan.

Dari pantauan hari pertama, menurutnya, baik siswa maupun sekolah tidak menemukan adanya pelanggaran tata tertib kesehatan. “Semua sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan benar untuk hari pertama ini,” kata Alfiadi.

Saat menerapkan protokol kesehatan di sekolah, setiap siswa diharuskan memakai masker atau pelindung wajah dan diperiksa suhu tubuhnya. Selain itu, sesuai peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang pembelajaran tatap muka, ruang kelas hanya ditempati oleh setengah dari jumlah siswa.

“Sejauh ini alhamdulillah belum ada, mungkin karena baru kita lihat konsistensinya ke depan,” tutup Alfiadi. [bal]

.


Source link

Check Also

Tangsel untuk mendapatkan dukungan seluler BSL, alat tes cepat Covid-19

Warta.top – Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan mendapatkan bantuan rapid test kit Covid-19 berupa mobile …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *