Home / peristiwa / Pelecehan Senjata Api terhadap Polisi Nasional di Sumatera Utara, Wanita Ditembak ke Kakak Ipar mereka

Pelecehan Senjata Api terhadap Polisi Nasional di Sumatera Utara, Wanita Ditembak ke Kakak Ipar mereka

Warta.top – Penembakan yang dilakukan oleh petugas polisi Serdang Bedagai (Sergai) Aiptu Pariadi bukanlah yang pertama kali terjadi di Sumatera Utara. Beberapa insiden serupa penyalahgunaan senjata api juga terjadi di wilayah ini.

Pariadi menembak dan membunuh istrinya, Fitri Handayani, di rumah mereka di Dusun VI, desa Lidah Tanah, distrik Perbaungan, Sergai, Sabtu (5/10) sekitar pukul 11 ​​malam WIB. Beberapa saat kemudian, dia terbunuh menarik kepalanya sendiri.

Sebelumnya, penyalahgunaan senjata api dilaporkan berulang kali. Salah satunya terjadi pada hari Rabu, 4 April 2018. Saat itu, Komisaris Fahrizal, mantan kepala unit investigasi kriminal Medan dan pusat Wakapolres Lombok , menembak saudara iparnya, Jumalan, di rumah orang tuanya, Jalan Tirtosari Gang Keluarga, di Medan. Panel hakim dari Pengadilan Negeri Medan (NPC) mengatakan, Kamis (7/2) bahwa telah dibuktikan bahwa kepergian Akpol adalah pembunuhan, tetapi ia tidak dapat dianggap bertanggung jawab. Dia dirawat di rumah sakit jiwa.

Pada Rabu sore, 29 April 2015, tembakan yang diikuti oleh bunuh diri juga terjadi di Perbaungan, Sergai. Dua orang Polisi Brigade Polisi Regional Air Sergai, Brigadir Suprianto Sigiro dan Brigadir Dedi Sofyan tewas dalam insiden berdarah di kediaman Dedi di Jalan Karya, Gang Sempit, Bangsal VI, Desa VI, Desa Tualang, Rabu (29/4). Sugiro menembak betis kepala, punggung, dan kanan Dedi dengan senjata SS1-V2. Dia kemudian menarik kepalanya sendiri. Peristiwa itu disebutkan disebabkan oleh masalah utang dan kredit.

Pada hari Selasa sore 15 September 2015, senjata api biologis digunakan untuk tujuan kriminal. Seorang anggota Unit Polisi Sabhara Bharaun, Brigadir Pertama Dian Kadir, warga Desa Jalan Bandar Bireun, Kota Juang, Bireun, diamankan dengan senjata SS1 V2. Dia ditangkap setelah menembaki seorang pelanggan yang baru saja meninggalkan unit Durian BRI, Deli Tua, Deli Serdang, Sumatra Utara. Penembakan itu dilaporkan dicuri.

Sebelumnya hari ini, pada hari Selasa, 14 Februari 2012, Brigadir Ikhsan Fuadi, seorang perwira polisi Sabhara Sumatera Utara, menembak dan membunuh temannya, Brigadir Leonardus Sitanggang. Insiden itu terjadi di satu-satunya kamar asrama C12 di ruang kepemimpinan Samapta, Kepolisian Daerah Sumatera Utara, di Medan. Penembakan itu akan terjadi ketika Ikhsan mengambil senjata SS V2 yang baru saja diletakkannya di tanah.

Pada hari Selasa, 26 Juli 2011, Bripka Dolly Fransiskus Napitupulu (36 tahun) tewas setelah ditembak di kepala di rumah mertuanya di Jalan Iskandar Muda, Medan. Bunuh diri terjadi setelah staf Cabang Investigasi Kriminal Kepolisian Daerah Sumatera Utara bertengkar dengan istrinya.

Kepala Komisaris Humas Polda Sumut, Tatan Dirsan Atmaja, Staf Humas Polda Sumut, menyebutkan beberapa kasus penggunaan senjata api tidak dilakukan. sesuai dengan penunjukan ini dipanggil kembali. Semua staf diingatkan untuk mengikuti prosedur penggunaan senjata api. "Kami telah mengingatkan anggota kami untuk terus mengikuti prosedur untuk menggunakan senjata api. Sejak awal, anggota menawarkan pinjaman hingga tahap yang dia gunakan. SOP, dari tahap awal pengajuan penggunaan senjata api, persyaratan, dll., Dan hingga penggunaannya. Kami akan selalu mengingatkan Anda seperti itu, "katanya.

Menurut Tatan, sejauh ini, peristiwa tidak dapat dipisahkan dari kesalahan manusia. "Namanya manusia, dia bisa capek, capek, capek, namanya adalah batas kekuatan psikis manusia yang kadang terbatas … Jangan mudah terpancing oleh emosi seperti yang kita ingat dan tugas kita", dia menyimpulkan. (Cob)

(ShortsToTranslate) Memotret (t) Medan


Source link

Check Also

Gerindra membawa "para jenderal" untuk bertarung dalam pemilihan di Surabaya

Warta.top – Berjuang di pemilihan pemimpin daerah (Pilkada) di Jakarta SurabayaPesta Gerindra pasti sudah menyiapkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *