Home / peristiwa / Panitia menjelaskan kontroversi layar pada gelaran MTQ ke-37 di Sumatera Utara tersebut

Panitia menjelaskan kontroversi layar pada gelaran MTQ ke-37 di Sumatera Utara tersebut

Warta.top – Video disiarkan tentang penggunaan jilbab pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 di tingkat provinsi Sumatera Utara di Tebing Tinggi. Panitia memberikan penjelasan atas video tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Dalam video tersebut juga disebut sebagai masalah jilbab yang menyebabkan peserta mengundurkan diri.

Ketua Majelis Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Yusuf Rekso, serta Ketua Pelaksana MTQ ke-37 Sumut, Palid Muda Harahap memberikan penjelasan tentang penggunaan kerudung selama acara berlangsung.

“Mengenai pemberitaan viral tentang penggunaan cadar pada MTQ ke 37 di Tebing Tinggi, disini kami tegaskan bahwa pengenaan cadar dalam kegiatan musabaqah bukanlah sesuatu yang dilarang. Itu dibenarkan”. , Kata Yusuf dalam jumpa pers di lobi hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tebing Tinggi. , Selasa (8/9) sore.

Yusuf menuturkan, untuk mengantisipasi adanya pelaku penyalahgunaan cadar hingga menipu peserta dengan menggunakan joki, peserta diminta untuk disaring sebelum tampil. “Jadi tidak ada larangan cadar, itu bagus. Tapi dicek dulu tentunya oleh majelis hakim perempuan untuk disesuaikan dengan foto yang ada di berkas,” ujarnya. -dia menjelaskan.

General Manager MTQ Sumut ke-37, Palid Muda Harahap menambahkan, insiden diskualifikasi yang terjadi pada peserta berjilbab asal Labuhanbatu Utara saat mengikuti perlombaan murni performance ini memiliki kesalahpahaman.

“Pencabutan cadar untuk antisipasi penipuan sedang dilaksanakan secara nasional. Namun, di Sumut kami melakukan penyesuaian pengaturan sebelum tampil. Kami cek dulu. Kejadian pada saat itu. murni kesalahpahaman, karena saat itu nasehat juri jaga datang dari pusat, ”kata Palid.

Pasca kejadian, lanjut Palid, LPTQ Sumut turun langsung ke lapangan melakukan pembenahan, termasuk berkoordinasi dengan majelis hakim. Langkah-langkah untuk menghapus diskualifikasi juga telah dilakukan dan peserta memiliki kesempatan untuk muncul kembali.

“Keesokan harinya banyak juga yang nampak berjilbab. Alhamdulillah tidak ada masalah. Kejadian miskomunikasi ini menjadi pelajaran bersama bagi kita semua,” ucapnya.

Palid juga menambahkan, kebijakan pemerintah pusat dalam melepas jilbab karena beberapa kontes seperti pengajian yang mengharuskan juri untuk mengawasi bibir dan pengucapan surat-surat.

“Namun sebenarnya tafsirnya tidak perlu melihat gerakan bibir. Jadi di Sumut kami sudah fit dan tidak ada larangan memakai cadar untuk tampil saat ujian. pendahuluan “, jelasnya. [lia]

.


Source link

Check Also

KemenkopUKM mengembangkan pariwisata UMKM di KEK Likupang utara Minahasa

Warta.top – Kementerian Koperasi dan UKM sedang memenuhi komitmennya untuk mengawal program pelatihan UMKM di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *