Home / peristiwa / Obral narkoba, pimpinan geng motor Polres Tasikmalaya ditangkap

Obral narkoba, pimpinan geng motor Polres Tasikmalaya ditangkap

Warta.top – polisi Resort Tasikmalaya Kota menangkap seorang pria berinisial JJ karena dicurigai sebagai pengedar narkoba. JJ diketahui pernah menjual narkotika kepada anggotanya karena ia dikenal sebagai perwakilan geng motor di kota Tasikmalaya.

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan mengatakan, JJ ditangkap pihaknya di kawasan Cisayong.

“Dia diduga sebagai pengedar obat-obatan hexymeric. Dari tangan tersangka, kami sudah menyita 175 pil hexymeric,” ujarnya, Rabu (13/1).

Dalam pemeriksaan, JJ mengaku telah menjual pil selama tiga bulan kepada anggota geng motor. Untuk tiga pil, JJ menjualnya seharga Rp 10.000.

“Dengan menggunakan obat-obatan terlarang ini, anggota geng motor menjadi berani. Kita tahu bahwa telah terjadi beberapa kali tindak kekerasan yang dilakukan oleh geng motor tersebut. Ada yang menggunakan obat penenang, sehingga mereka punya keberanian untuk bertindak, ”katanya.

Kepada agen tersebut, JJ juga mengakui bahwa barang tersebut didapat melalui order dari Jakarta on line. Saat ini, pihaknya sedang menjajaki kemungkinan ada kelompok lain yang juga menjadi konsumen JJ.

“Kita menggunakan pasal 196 juncto pasal 197 undang-undang nomor 36 tahun 2019 yang berkaitan dengan kesehatan. Tersangka diancam dengan pidana penjara maksimal 10 tahun,” terangnya.

Selain JJ, dalam dua pekan terakhir, Polres Tasikmalaya juga mengungkap enam kasus peredaran narkoba lainnya. Setidaknya ada tujuh tersangka, termasuk dua pengguna narkoba dan lima pengedar narkoba.

Dari enam kasus tersebut, kata Doni, pihaknya menyita barang bukti berupa sabu kristal seberat 26,22 gram, psikotropika berupa 13 clorilex clozapine seberat 25 mg dan obat keras berupa 164 tramadol dan 675 butir. dari hexymer.

Penyalahgunaan Narkoba dijerat Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana kurungan 4 orang. usia 12 tahun dan denda Rp 800 juta hingga Rp 8 miliar. Sedangkan untuk penyalahgunaan obat-obatan keras, pasal 196 dijerat. dan Pasal 197 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan ancaman pidana kurungan paling lama 10 tahun dan denda Rp 800 juta hingga Rp 8 miliar, “kata Doni. [fik]

.


Source link

Check Also

Tangsel untuk mendapatkan dukungan seluler BSL, alat tes cepat Covid-19

Warta.top – Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan mendapatkan bantuan rapid test kit Covid-19 berupa mobile …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *