Home / peristiwa / Mengklaim kesempatan untuk menggandakan uang, intrik dukun membawa 650 juta rupiah

Mengklaim kesempatan untuk menggandakan uang, intrik dukun membawa 650 juta rupiah

Warta.top – Karena ia percaya pada seorang dukun yang mengaku mampu menggandakan uang, korban harus kehilangan setengah miliar lebih. Sekalipun uangnya habis, konspirasi dukun antarpulau ini berhasil dihentikan polisi.

Frans Barung Mangera, Komisaris Humas Kepolisian Jawa Timur, mengatakan bahwa kasus penggandaan duplikasi dana terjadi di Jember, Jawa Timur, di desa Sumber Jati. Sempolan.

Keempat penulis tersebut adalah Rudy Rahmat Nenggolan, warga Sibolga, Sumatera Utara, Andriono d'Ambon, Ahmad Firman dari Jember dan Hadri atau Toni dari Jember.

"Dalam hal ini, penulis memiliki peran dan tugas yang berbeda," katanya, Rabu (27/11).

Dalam kasus ini, komplotan mencoba meyakinkan korbannya dengan mengklaim bahwa mereka dapat melipatgandakan jumlah yang diterima.

Korban yang ditargetkan adalah orang yang berhutang budi. Karena, seperti itu, orang cenderung menginginkan jalan pintas.

Komisaris Pitra Ratulangi, kepala polisi untuk Kepolisian Daerah Jawa Timur, menambahkan bahwa korban akan dipimpin oleh sekelompok penjahat. Korban diketahui memiliki inisial AL, warga Sibolga, Sumatera Utara, diminta mengeluarkan uang untuk digandakan.

1 dari 1 halaman

Pertukaran bantal

Tidak dikurangi, korban juga menyetor uang untuk 650 juta rupee. Uang itu kemudian ditempatkan di dalam koper. Namun, penulis koper yang berisi uang diam-diam bertukar koper dengan tanda yang sama dan dengan warna yang sama.

Menariknya, di dalam koper penulis terisi bantal dan keramik. Melalui mereka, para korban diminta untuk tidak membuka tas sebelum waktu diizinkan. Namun, karena penasaran, korban bertekad untuk membuka tas sebelum waktunya.

Dia terkejut karena lebih dari setengah miliar uangnya telah diubah menjadi bantal dan keramik.

"Jadi sepertinya mereka bisa juggle seperti menggandakan uang dan ternyata juggling menjadi keramik," kata Barung.

Pitra menambahkan, keempat tersangka memiliki peran berbeda. Beberapa mengaku sebagai dukun yang bisa melipatgandakan uang. Beberapa mencari korban, beberapa adalah supir dan lainnya bertukar bagasi.

Pada saat yang sama, Pitra mendesak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai cara penggandaan mata uang ini. Menurut Pitra, menggandakan uang itu tidak masuk akal.

"Kami mendesak masyarakat untuk berpikir logis, dan saat ini tidak ada yang bisa melipatgandakan dana, jadi mari kita buat ini menjadi pelajaran bagi kita semua," katanya.

Dalam kasus itu, empat tersangka pelaku didakwa melanggar pasal 378 KUHP ke-55 dan 372 KUHP, dengan hukuman penjara hingga empat tahun.

Polisi juga memperoleh beberapa bukti, termasuk uang tunai sebesar 82.941.000 rupee, 8 ponsel, kartu ATM, kartu identitas, minyak gaharu, warisan, tas dan koper yang digunakan untuk menggandakan uang.

"Untuk sementara, korban masih satu, dan kami berharap bahwa dengan dirilisnya kasus ini, banyak korban akan ingin melaporkan," katanya.

(Fik)

(tagsToTranslate) Penipuan (t) Surabaya (t) Jember (t) Dukun Reproduksi Perak


Source link

Check Also

Komisi X DPR memberikan banyak "pekerjaan rumah" kepada Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo Warta.top – Seorang anggota Komisi X DPR memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *