Home / peristiwa / Krisis tanah yang serius akibat pandemi Covid-19

Krisis tanah yang serius akibat pandemi Covid-19

Warta.top – Jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 terus meningkat dari hari ke hari. Berdasarkan data harian yang disajikan oleh pemerintah. Data hingga saat ini, Selasa (5/1), sebanyak 23.109 orang meninggal akibat Corona. Kesedihan keluarga yang tak terhitung jumlahnya.

Banyak dari kematian ini mengakibatkan perlunya kuburan. Jakarta sebagai provinsi dengan jumlah kematian tertinggi, sebanyak 3.366 kasus. Akibatnya, lahan pemakaman pasien Covid-19 mengalami krisis.

Pemprov DKI mengeluarkan dana Rp 254 miliar untuk menambah kuburan khusus jenazah Covid-19. Namun, belum detail di mana menambahkan makam ini. Namun, TPU Rorotan yang saat ini menjadi salah satu incaran sedang dalam proses penyelesaian lahan khusus Covid-19.

Di luar Rorotan, aset tanah Pegadungan belum bisa digunakan untuk jasad Covid-19. Pasalnya, aset tanah tersebut merupakan tanah pengganti antara pengembang (ruilslag) dan Pemprov DKI Jakarta 28 tahun lalu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya akan menambah kuburan baru jenazah dengan protokol kesehatan Covid-19. Lahan baru direncanakan di Pemakaman Rorotan, Desa Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Tahap pertama meliputi area seluas 8.000 meter di atas 2 hektar yang mampu menampung sekitar 1.500 petak pemakaman, ujarnya, Kamis (31/12/2021).

© 2021 Liputan6.com/Herman Zacharias

Selain itu, Pemprov DKI masih dalam proses penyelesaian lahan di TPU Rorotan seluas 25 hektar. Meski begitu, Riza belum bisa memastikan kapan TPU tersebut bisa digunakan.

Tak hanya di Jakarta, Medan juga mengalami krisis kuburan bagi penderita Covid-19. TPU Muslim Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntung yang merupakan lokasi pemakaman hampir penuh. Lahan tersebut diperkirakan hanya cukup untuk menampung 100 jenazah penderita Covid-19. Dari 2 hektar lahan yang tersedia, 1,5 hektar sudah ditempati.

Untuk mengantisipasi, jika jenazah tidak berdomisili di Medan, pihak keluarga diminta membawa jenazah Covid-19 kembali ke daerah asalnya. Namun bila tidak memungkinkan, tetap dibolehkan menguburkannya di TPU Simalingkar B.

“Kami berharap masyarakat di luar daerah bisa kembali ke daerahnya masing-masing, jika tidak memungkinkan selama ini mereka tetap ditampung di area resto,” kata Kepala Dinas pada 8 Desember 2020. taman dan informasi dari Dinas Pertamanan dan Sanitasi Kota Medan, Supriadi.

Surabaya juga mengalami masalah serupa. Pemakaman Umum Babat Jerawat (TPU), Surabaya, hampir penuh dan diperkirakan hanya bisa menampung sekitar 100 jenazah COVID-19.

Kepala TPU Babat Jerawat Hartono mengatakan kuburan khusus jenazah Covid-19 telah mengubur sekitar 700 jenazah. Dia memperkirakan dalam waktu satu bulan, lahan untuk pemakaman akan habis. Untuk itu, diharapkan kawasan TPU segera diperluas.

“Perkiraan sisa 100 yang setahu saya untuk saat ini seperti ini,” ujarnya pada September 2020.

pemakaman korban Covid 19 di Pondok Ranggon

© 2020 Warta.top/Arie Basuki

Sementara itu, Pemkot Cimahi sedang mencari alternatif pembukaan kuburan baru bagi warga yang telah meninggal dunia dengan konfirmasi positif Covid-19. Lahan yang saat ini tersedia termasuk dalam kategori terbatas.

Dinas Perumahan dan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi sebelumnya menyiapkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lebak Saat untuk korban Covid-19. Setelah penuh, lapangan baru di Blok G dan Blok H di lokasi yang sama hanya tersedia dengan maksimal 40 lubang.

“Kalau ada 2-3 jenazah per hari, hingga akhir Desember baru digunakan khusus untuk pemakaman Covid-19. Kami sedang mencari alternatif lain untuk ditambahkan ke pemakaman Covid-19”, kata Kepala DPKP Kota Cimahi Muhammad Nur Kuswandana, dihubungi, Jumat. (04/12/2020).

Pencarian lahan baru diantisipasi jika terjadi lonjakan kasus warga yang meninggal akibat Covid-19, apalagi Kota Cimahi masuk dalam kategori zona merah. Meski begitu, lahan tersebut tidak digunakan.

Salah satu syarat yang bisa masuk dalam kategori kuburan baru adalah jauh dari pemukiman. Sebagian tanah milik Pemerintah Kota Cimahi sudah diverifikasi namun belum diputuskan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, jumlah penduduk Cimahi yang terpapar Covid-19 mencapai 1.237 orang. Sebanyak 796 sudah dinyatakan sembuh, dan ada 408 yang masih dipastikan positif Covid-19.

Hingga saat ini, total 33 orang telah meninggal akibat Covid-19. Sedangkan sembilan orang yang meninggal diduga akibat Covid-19 (hasil tes belum dirilis). [fik]

.


Source link

Check Also

Wanita muda Deli Serdang meninggal di lift

Warta.top – Almarhum perempuan muda tersebut diduga mengalami kecelakaan kerja di showroom motor tempatnya bekerja …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *