Home / peristiwa / KPPPA: Kasus kekerasan seksual, fenomena gunung es

KPPPA: Kasus kekerasan seksual, fenomena gunung es

Warta.top – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak meyakini bahwa kasus kekerasan seksual belakangan ini menunjukkan fenomena gunung es. Banyak kasus muncul di masyarakat tetapi tidak dilaporkan.

“Para korban yang biasanya perempuan dan anak-anak, tidak hanya menderita penderitaan fisik dan psikis yang berkepanjangan, tetapi juga mengalami pendarahan, gangguan reproduksi, penyiksaan, perlakuan kejam dan tidak manusiawi hingga meninggal dunia. Kata Staf Ahli Bidang Komunikasi Pembangunan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak Ratna Susianawati. Demikian dikutip Antara, Jumat (13/11).

Ratna membacakan sambutan Menteri I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga pada seminar online yang diselenggarakan Kongres Wanita Indonesia.

Ratna menuturkan, para korban yang menderita membutuhkan rehabilitasi kesehatan, rehabilitasi sosial, reintegrasi sosial, bantuan dan bantuan hukum. Upaya juga harus dilakukan untuk memastikan bahwa korban mendapatkan restitusi atau kompensasi atas kerugian materil dan imateril pelaku.

Menurut Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2018 yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak dan Badan Pusat Statistik, satu dari 17 anak laki-laki memiliki Menjadi korban kekerasan seksual dan satu dari 11 anak perempuan menjadi korban kekerasan seksual.

“Data sistem informasi perempuan dan anak juga menunjukkan bahwa sebagian dari korban kekerasan terhadap anak adalah korban kekerasan seksual,” ujarnya.

Karena itu, Ratna mengatakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sangat penting dan tidak bisa ditunda lagi. Untuk menghimpun beragam pandangan, perspektif, upaya, pendapat, dan kontribusi dari berbagai pihak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak terus membuka ruang diskusi dan dialog.

Hal ini juga sejalan dengan lima prioritas isu yang dipercayakan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak, salah satunya adalah mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. .

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak juga telah diberikan tugas dan fungsi tambahan sebagai pemberi layanan rujukan akhir bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan yang membutuhkan konseling. perlindungan khusus. [lia]

.


Source link

Check Also

VIDEO: Penurunan fungsi paru-paru hanya terjadi pada pasien dengan Covid yang parah

Warta.top – Tidak semua pasien Covid-19 mengalami penurunan fungsi paru-paru meskipun sudah pulih. Pernyataan ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *