Home / peristiwa / KPK menyelidiki pembangunan rumah Nurhadi dari hasil korupsi dan tip

KPK menyelidiki pembangunan rumah Nurhadi dari hasil korupsi dan tip

Warta.top – Penyidik ​​dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut pembangunan rumah mantan sekretaris Nurhadi yang diduga hasil tindak pidana Korupsi. Penyelidik hari ini memeriksa Lo Jecky, yang bekerja sebagai arsitek yang merancang rumah itu.

“Lo Jecky diperiksa sebagai saksi NHD. Penyidik ​​menyelidiki pengetahuan saksi tentang profesi saksi sebagai arsitek yang merancang rumah milik NHD di kawasan Hanglekir dan Patal Senayan. tersangka dana yang dibayarkan NHD untuk desain dua rumah itu berasal dari suap dan mendapat tip, ”kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (15/9). .

Selain mengusut pembangunan rumah, penyidik ​​juga menyelidiki aliran yang diberikan Nurhadi ke pihak lain. Dalam hal ini, penyidik ​​memeriksa Wilson Margatan.

“Wilson Margatan diperiksa sebagai saksi NHD. Berkat keterangan saksi ini, penyidik ​​masih menyelidiki dugaan aliran uang NHD ke berbagai pihak,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam kasus ini, penyidik ​​juga menyelidiki aliran uang yang disumbangkan menantu Nurhadi, Rezky Herbiono, ke berbagai pihak. Untuk menyelidiki hal tersebut, penyidik ​​segera memeriksa Rezky Herbiono.

“Tersangka RHE juga sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut sebagai tersangka. Penyidik ​​memastikan besarnya dugaan arus kas yang diterima dan disumbangkan RHE ke dan dari berbagai pihak,” kata Ali.

Dalam kasus ini, KPK menunjuk mantan sekretaris MA Nurhadi, Riezky Herbiono yang merupakan menantu Nurhadi, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT. MIT) Hera Soenjoto.

Hiera dituduh menyuap Nurhadi. Hiera, melalui Rezky Herbiono, diduga membayar suap dan gratifikasi senilai total Rp 46 miliar.

Tercatat ada tiga kasus yang menjadi sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama kasus perdata PT MIT terhadap PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua gugatan gugatan di PT MIT dan ketiga gratifikasi terkait jumlah kasus pengadilan.

Rezky diketahui sudah menerima sembilan cek atas nama PT MIT dari direktur PT MIT Hendra Soenjoto untuk mengurus kasus tersebut. Cek tersebut diterima saat memproses kasus PT MIT vs PT KBN.

Ketiganya diketahui buron dan masuk dalam Daftar Pencari (DPO). Selama kurang lebih empat bulan hilang, Nurhadi dan Rezky akhirnya ditangkap oleh tim penuntut KPK di sebuah rumah mewah di kawasan Simprug. Jakarta Selatan.

Tak ada perlawanan serius yang diterima tim pengejar Nurhadi dan Rezky. Tim hanya kesulitan masuk ke dalam rumah karena pintunya terkunci.

Awalnya tim berusaha masuk dengan baik dengan cara mengetuk pagar dan pintu rumah, namun tidak ada niat baik dari Nurhadi. Tim kemudian memutuskan mendobrak pagar dan pintu rumah di hadapan ketua RW setempat.

Nurhadi dan Rezky juga diseret tim ke lembaga antikorupsi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara itu, Hiera masih diburu tim pengejar KPK.

Jurnalis: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [fik]

.


Source link

Check Also

Penulis kasus pelecehan anak di Cianjur divonis rehabilitasi selama 6 bulan

Warta.top – RP (11), pelaku pelecehan seksual di bawah umur korban berinisial RTH (8) divonis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *