Home / peristiwa / Kotak Kosong Paslon VS, Siapa yang Harus Memilih?

Kotak Kosong Paslon VS, Siapa yang Harus Memilih?

Warta.top – Pada Pilkada serentak 2020, ada 25 daerah yang memiliki pasangan calon unik. Artinya, masyarakat hanya berhak atas satu pasangan calon untuk dipilih. Jadi, jika masyarakat tidak menyukai pasangan calon, apakah mereka harus memilih atau tidak memilih? Jawabannya, masyarakat tetap harus menyalurkan hak pilihnya dengan cara memukul kotak kosong di surat suara.

Jadi, pemilih punya dua pilihan. Jika Anda setuju dengan hanya satu kandidat, Anda dapat memilih satu-satunya kandidat. Sementara itu, jika Anda tidak setuju atau tidak memilih calon tunggal, Anda dapat mengisi kolom kosong di surat suara. Masyarakat didorong untuk memahami bahwa calon tunggal bukan berarti pemilih tidak hadir jika tidak mendukung calon tunggal.

Dalam pasal 54C ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota diatur bahwa pemilihan dengan pasangan calon dilakukan melalui surat suara. polling yang berisi dua kolom yang terdiri dari kolom berisi foto pasangan calon dan kolom kosong yang tidak ditampilkan.

Jadi bagaimana dengan menentukan hasil?

Dalam proses pemilihan, dimana nantinya jika calon tunggal memperoleh suara terbanyak dan menang maka proses akan berjalan seperti biasa. Selain itu, jika tidak ada perselisihan, hanya satu pasangan calon yang bisa langsung dilantik sebagai calon terpilih. Di sisi lain, jika ternyata jumlah suara terbanyak diperoleh dengan kotak kosong, maka pelaksanaan Pilkada di daerah yang bersangkutan harus diulang.

Sesuai dengan Pasal 54D ayat (3) Undang-Undang nomor 10 tahun 2016, pemilihan dilakukan pada tahun berikutnya atau sesuai dengan jadwal yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, jika kolom kosong menang, maka pilkada di daerah tersebut akan diulang dan dilaksanakan pada pilkada serentak berikutnya. Calon tunggal yang kalah bisa mendaftar ulang untuk pilkada berikutnya.

Daerah yang hanya memiliki satu calon yaitu 3 kabupaten / kota di Provinsi Sumatera Utara: Kabupaten Humbang Hasundutan, Kota Gunung Sitoli dan Pematang Siantar. Selanjutnya Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Berikutnya adalah Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Selatan, di provinsi Sumatera Selatan. Sebuah kabupaten di Provinsi Bengkulu juga hanya memiliki satu calon yaitu Bengkulu Utara.

Provinsi Jawa Tengah memiliki tujuh daerah dengan calon tunggal yaitu Boyolali, Grobogan, Kebumen, Kota Semarang, Sragen dan Wonosobo. Provinsi Jawa Timur tercatat memiliki dua daerah dengan satu calon, yakni Ngawi dan Kediri. Badung, Sumbawa Barat, Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, Gowa, Mamuju Tengah Soppeng, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, dan Raja Ampat juga tercatat berstatus calon tunggal. [hhw]

.


Source link

Check Also

Suap Bansos Covid-19, KPK Temukan Uang dalam Kardus

Warta.top – Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *