Home / peristiwa / Korupsi gedung IPDN, KPK memanggil Direktur Jenderal Keuangan PT Adhi Karya

Korupsi gedung IPDN, KPK memanggil Direktur Jenderal Keuangan PT Adhi Karya

Warta.top – Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadwalkan interogasi dengan chief financial officer PT Adhi Karya, Adriyanto Karyo Utomo, dalam kasus yang diduga korupsi Proyek pengembangan kampus IPDN di Sulawesi Utara selama tahun fiskal 2011.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Adriyanto akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi file mantan kepala Departemen Dalam Negeri, Dudy Jocom (DJ).

"Sakai Adriyanto Karyo Utomo akan diwawancarai untuk tersangka DJ (Dudy Jocom)," kata Febri setelah konfirmasi Selasa (19/11).

Selain Adriyanto, para penyelidik juga akan memeriksa pejabat Kementerian Dalam Negeri, Mohamad Rizal. Rizal juga akan dimintai keterangan sebagai saksi kepada Dudy Jocom tentang dugaan korupsi proyek pembangunan kampus IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada tahun 2011.

"Penyelidik KPK juga memanggil Mohamad Rizal untuk mendengarkan pernyataannya sebagai saksi," kata Febri.

1 dari 1 halaman

Gamawan Kemarin diverifikasi

Sehari sebelumnya, KPK memanggil Gamawan Fauzi, mantan Menteri Dalam Negeri (Menteri Dalam Negeri). Menteri Dalam Negeri Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono saat itu telah ditanyai tentang persetujuan penawaran untuk pelelangan proyek konstruksi 39; gedung IPDN.

"Ini dieksplorasi sebagai bagian dari persetujuan lelang proyek pengembangan IPDN senilai lebih dari $ 100 miliar," kata juru bicara KPK Febri Diansyah. Senin (11-18).

Gamawan sendiri membenarkan bahwa ia telah menjadi subjek investigasi oleh tim penyelidik antimonopoli.

"Saya bertanya kepada menteri apakah proyek yang melebihi Rp 100 miliar telah ditandatangani oleh menteri. Ya, saya katakan, saya menandatanganinya tetapi setelah memeriksanya oleh BPKP (Badan Pengawasan Sektor Keuangan dan Pembangunan), "kata Gamawan setelah pemeriksaan.

Gamawan diperiksa dalam kasus ini pada hari Selasa, 8 Januari 2019. Pada saat itu, KPK mengejar Gamawan karena peran dan posisinya sehubungan dengan proyek pembangunan.

Dalam hal ini, KPK telah menunjuk Dudy Jocom sebagai tersangka suap dalam pembangunan empat kampus IPDN di Sulawesi Selatan dan kampus IPDN di Sulawesi Utara.

Selain Dudy, KPK juga menyebutkan dua tersangka lainnya, yaitu kepala divisi konstruksi atau kepala divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo dan kepala divisi konstruksi VI PT Adhi Karya Dono Purwoko.

KPK mencurigai bahwa Dudy Jocom, melalui perantara pengetahuannya, telah menghubungi beberapa kontraktor untuk memberi tahu mereka tentang proyek IPDN. Selain itu, para pihak mengadakan pertemuan di sebuah kedai kopi Jakarta.

Dari pertemuan itu, disepakati bahwa akan ada pembagian proyek. Waskita Karya mengerjakan proyek IPDN di Sulawesi Selatan, sedangkan PT Adhi Karya mengerjakan proyek IPDN di Sulawesi Utara.

Dudy Jocom Cs akan meminta biaya 7% untuk setiap proyek. Negara akan menderita kerugian sekitar 21 miliar rupee karena kasus ini.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

(Eco)

(tagsToTranslate) Korupsi IPDN (t) Jakarta


Source link

Check Also

Komisi X DPR memberikan banyak "pekerjaan rumah" kepada Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo Warta.top – Seorang anggota Komisi X DPR memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *