Home / peristiwa / Korupsi dana desa, seorang PNS Sekdes di Aceh Selatan ditangkap polisi

Korupsi dana desa, seorang PNS Sekdes di Aceh Selatan ditangkap polisi

Warta.top – Seorang pejabat (PNS) yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Paya Peulumat, Kabupaten Aceh Selatan, berinisial MZ (50) ditahan. polisi karena itu mencurigakan Korupsi Dana desa 2017.

“Tersangka kami ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara lebih dari Rp 290 juta pada 2017,” kata Kapolres, Selasa (17/11). Polres Aceh Selatan, AKBP Ardanto Nugroho didampingi Kasat Reskrim Iptu Bima Nugraha Putra. Kota Antara.

Dalam kasus ini, polisi juga memperoleh sejumlah barang bukti, antara lain laporan pertanggungjawaban keuangan dua langkah dana desa tahun 2017, buku kas umum, cetakan rekening desa, dan slip penarikan dana. .

Menurut Kapolres, polisi mulai mengusut kasus ini sejak Juni 2020 setelah sebelumnya dilaporkan oleh masyarakat terkait dugaan korupsi terkait pengelolaan dana desa tahun 2017 di Desa Paya Peulumat, Kec. Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

Pada tahun 2017, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1.011.424.019 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBK) kabupaten.

Kemudian dana ditarik pada tahap pertama sebesar Rp 580.247.500 dan langkah kedua sebesar Rp 431.176.519.

Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian, dana desa yang telah ditarik diduga merupakan tindak pidana yang diduga dilakukan oleh kepala desa dan sekretaris desa, dengan menggunakan dana desa untuk keperluan pribadi. kemudian dengan membuat tanggung jawab keuangan desa tidak sesuai dengan penggunaan.

Berdasarkan hasil penyidikan, kata Kapolres AKBP Ardanto Nugroho, penyidik ​​telah memperoleh tiga alat bukti yang sah, yakni keterangan, keterangan ahli, dan juga laporan hasil audit. Kerugian keuangan negara yang diindikasikan adanya dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana di Desa Paya Peulumat, Kec. Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh tahun 2017.

Dana tersebut dikatakan digunakan untuk kepentingan pribadi dan tersangka MZ serta desa yang meninggal diduga ikut menyalahgunakan kewenangan dan jabatannya dengan membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang diduga tidak sesuai. nyata.

Bentuk-bentuk dugaan korupsi yang kami temukan dalam kasus ini antara lain kegiatan-kegiatan tertentu yang tidak dilakukan atau diduga fiktif, kerja berlebihan di bidang pelaksanaan pembangunan dan gaji / biaya yang belum dibayarkan. , dia menambahkan.

Tidak hanya itu, penyidik ​​juga menemukan bahwa pembayaran resmi biaya perjalanan tidak didukung oleh bukti yang lengkap dan sah, maka pembayaran iuran nara sumber pelatihan sistem keuangan desa (siskeudes) melebihi biaya yang ditetapkan, dan desa tidak akan membayar pajak nasional dan daerah. .

Konsekuensi dari tindakan penulis tersebut tentu akan menimbulkan atau menimbulkan kerugian keuangan bagi negara sebesar Rp290.907.173, ”ujarnya.

Tersangka MZ disangka Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 3 Juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia. Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi KUHP Pasal 55 ayat (1) ke 1e, dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. [cob]

.


Source link

Check Also

Penyiar dicuri setelah melacak siaran, sepeda motor dan ponsel dibawa pergi oleh pelakunya

Warta.top – Seorang jurnalis, Joni A, dirampok oleh sekelompok pelaku. Ia juga harus kehilangan sepeda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *