Home / peristiwa / Komunikasi terhalang, ratusan massa NU menyegel Kantor PKB Kabupaten Kediri

Komunikasi terhalang, ratusan massa NU menyegel Kantor PKB Kabupaten Kediri

Warta.top – Ratusan Misa dari Lembaga Banom dan Nahdatul Ulama Kabupaten Kediri berkumpul di kantor DPC PKB Kabupaten Kediri. Mereka meminta DPC PKB Kabupaten Kediri mengembalikan gedung yang ditempati kepada direksi Nahdatul Ulama Kabupaten Kediri, Kamis (10/9).

Dengan mengusung poster berisi tuntutan massa TELANJANG Pemkab Kediri berkumpul di halaman kantor PKB DPC di Jalan Pamenang 47, Kabupaten Kediri. Mereka menilai gedung yang ditempati PKB sebagai aset NU dan harus segera dikembalikan.

Menurut massa, hingga saat ini DPC PKB masih belum berkoordinasi dengan PCNU Kabupaten Kediri dalam pengambilan keputusan. Yang terbaru menyangkut pengangkatan calon Wakil Bupati Kediri dari PKB, Dewi Maria Ulfa yang juga Ketua Umum Fatayat NU Kabupaten Kediri.

Melihat hal tersebut, PCNU Kabupaten Kediri menilai PKB Kediri tidak sejalan.

“Kami warga NU meminta barang milik NU, berupa bangunan yang saat ini ditempati oleh kantor DPC PKB. Kami punya bukti bahwa itu milik NU, jadi kami tidak berani pindah. kalau kita tidak punya bukti, ”kata H. Abu Muslih yang juga Bupati Lesbumi. Kediri.

Sementara itu, DPC PKB Kabupeten Kediri menilai, kantor yang didudukinya sebenarnya milik partai. Namun secara administrasi atas nama Kabupaten Nahdatul Ulama Kediri.

“PKB Kediri siap berangkat jika rapat paripurna Nahdatul Ulama diputuskan begitu,” kata KH Umar Faruq, ketua pengurus Kabupaten Kediri Syuro.

Di sela-sela aksi, para pengunjuk rasa juga menutup papan nama kantor PKB DPC. Usai memimpin aksi, pengunjuk rasa kembali ke kantor PCNU Kabupaten Kediri di Jl Imam Bonjol 16 Kota Kediri. [rhm]

.


Source link

Check Also

Serka BP mabuk saat mengendarai mobil dan menabrak Briptu Andry

Warta.top – Komandan polisi Tentara (Danpom) Kodam Jaya Kolonel CPM Andrey Swatika Yogaswara mengungkap fakta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *