Home / peristiwa / Kerbau rawa khas Sumatera Selatan hampir punah

Kerbau rawa khas Sumatera Selatan hampir punah

Warta.top – Populasi kerbau rawa terunik dan terkuat di dunia khas Sumatera Selatan ini hampir punah. Tiap tahun jumlahnya menurun dan hanya tersisa tiga.

Dosen dan peneliti kerbau rawa dari Universitas Sriwijaya Palembang, Afran Abrar mengungkapkan, populasi kerbau rawa tersebar di Pampangan, Ogan Komering Ilir dan beberapa wilayah di Kabupaten Banyuasin. Di Pampangan sendiri, jumlah kerbau rawa terus menurun setiap tahun dan berdasarkan penelitian hanya tersisa tiga ekor pada tahun 2018.

“Jumlahnya menurun, tinggal tiga dan terus berkurang,” kata Afran, Jumat (9/11).

Menurutnya, penurunan populasi hewan jenis ini memiliki banyak faktor. Diantaranya adalah cara bercocok tanam tradisional para penggembala dan tradisi menjual ternak untuk disembelih.

“Masih banyak lagi faktor yang menambah penyebab penurunan jumlah penduduk,” ujarnya.

Itu sebabnya dia dan beberapa muridnya datang ke sub-distrik untuk membantu para penggembala selama beberapa tahun. Sementara itu, pemerintah provinsi dan pusat melalui Badan Restorasi Gambut (BRG) memberikan bantuan stimulus untuk budidaya kerbau rawa serta membuka usaha masyarakat di sana.

“Kita ubah budaya tradisional dengan sedikit menggunakan teknologi. Hasilnya lumayan bagus, ada kerbau yang bunting berkat teknologi,” jelasnya.

Selain itu, ia dan kelompok masyarakatnya memanfaatkan kotoran kerbau rawa untuk membuat produk bernilai ekonomi tinggi. Dalam dua tahun terakhir, biogas telah diproduksi sebagai pupuk cair untuk tanaman dan lalat magot yang dapat digunakan sebagai pakan ikan.

“Alhamdulillah, dua tahun terakhir ini biogas dari kotoran kerbau rawa sudah dijual, meski belum dijual secara komersial karena belum ada uji laboratorium. Seminggu bisa menghasilkan seribu liter biogas atau kalau dikumpulkan Rp 5 juta hasilnya bisa menambah penghasilan anggota kelompok, ”ujarnya.

Dijelaskan Afran, disebut sebagai kerbau rawa terkuat dan terunik di dunia karena memiliki tipologi yang berbeda dengan yang lain. Hal ini dikarenakan habitatnya yang berada di hamparan rawa dan gambut yang sangat luas, memberikan kearifan lokal tersendiri.

“Kalau dites DNA genetiknya, pasti sama dengan kerbau rawa asli daerah atau negara lain, misalnya India, Australia atau China. Tapi punya ciri lokalisasi. spesifik, punya kearifan lokal, ”terangnya.

Ia menjelaskan, keunggulan kerbau rawa khas Sumatera Selatan adalah susunya dapat diperah dan dijadikan sebagai kuliner daerah, perilaku budaya tidak mencemari kandang karena kotorannya ditempatkan di dalam kandang kemudian dibuang ke dalam kandang. rawa saat dilepaskan dari kandang.

Dan yang paling unik adalah kerbau rawa Sumatera Selatan, khususnya asli Pampangan, yang bisa berenang dan makan meski di dasar sungai yang dalam. Kerbau rawa di daerah lain tidak dapat melakukan perilaku tersebut yang akhirnya mati karena tidak dapat beradaptasi dengan lokasi.

“Dulu ada bantuan pemerintah, kerbau rawa didatangkan dari Medan. Tapi saat dibawa ke sini, kerbau-kerbau itu kebingungan, tidak bisa berenang dan tidak bisa makan di dasar sungai, ”pungkasnya. [fik]

.


Source link

Check Also

Corona memisahkan perawat Ulfa dari keluarganya

Warta.top – Tak kurang dari 85 perawat di Indonesia tewas akibat Covid-19. Salah satunya, Rasyidah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *